nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dear Milenial, Makan Ikan Asin demi Beli Rumah

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 17 Desember 2018 11:02 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 12 17 470 1992243 dear-milenial-makan-ikan-asin-demi-beli-rumah-kpGn059P6x.jpg Foto: Giri Hartomo

JAKARTA - Generasi milenial disebut-sebut sebagai pasar potensial bagus untuk industri properti di Indonesia. Pasalnya, generasi milenial sudah mulai memasuki usia kerja hingga 20 tahun ke depan.

Sayangnya, beberapa waktu belakangan ini, generasi milenial akan sulit memiliki hunian. Hal itu dikarenakan meskipun sudah memiliki pekerjaan namun harga hunian yang dipatok saat ini terlalu mahal.

Menanggapi hal tersebut, Managing Director Sinarmas Land Dhonie Rahajoe mengatakan, langkah pertama yang harus dilakukan oleh milenial untuk bisa memiliki rumah adalah mengubah mindset. Perubahan mindset yang dimaksud adalah bagaimana para milenial harus mulai memikirkan dan mengutamakan untuk mencicil rumah.

 Baca Juga: Ada KPR Khusus, Rumah Milenial Akan Dibangun di Wilayah Penopang Jakarta

Bahkan menurutnya, milenial bisa mencontoh generasi generasi sebelumnya tentang effort untuk memiliki rumah. Pada masa lalu, masyarakat justru mengutamakan mencicil rumah dibandingkan untuk membeli mobil atau bahkan sekalipun.

"Atau kalau saya dulu waktu pertama punya rumah, mobil nomor dua, makan nomor dua, ikan asin cukup dan nyicil rumah nomor satu," ujarnya dalam acara Property Outlook di Komplek Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (17/12/2018).

Selain itu lanjut Dhonie, mindset yang perlu dilakukan juga adalah bagaimana perubahan mindset untuk mulai memikirkan masa mendatang. Artinya harus ada kesadaran bagi milenial untuk membeli rumah sebagai tempat berlindung dan memberikan kenyamanan kepada keluarganya di masa tua nanti.

"Rumah itu secara natural insting kita ingin punya tempat untuk memberikan kenyamanan kepada keluarga," ucapnya.

 Baca Juga: 5 Alasan Generasi Milenial Harus Cepat-Cepat Beli Rumah

Sebab menurut Dhonie, tidak akan ada artinya berapapun gadget yang dimiliki oleh milenial bagi keberlangsungan hidup. Sebab menurutnya, gadget atau mobil biasanya ingin dimiliki milenial sebagai bentuk pengakuan semata.

"Jadi kalau kita tidak aware semuanya tidak bisa dikuasai dengan gadget," kata Dhonie.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini