nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menko Darmin: Tahun Ini Transaksi Berjalan Defisit 3%

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Jum'at 21 Desember 2018 12:23 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 12 21 20 1994312 menko-darmin-tahun-ini-transaksi-berjalan-defisit-3-zv8MfQXBRD.jpeg Menko bidang Perekonomian Darmin Nasution (Foto: Yohana/Okezone)

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution memproyeksikan, secara keseluruhan tahun 2018 defisit transaksi berjalan (current account deficit/CAD) akan berada di level 3% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Angka ini diakui Darmin memang cukup tinggi.

"Secara kumulatif 2018 mungkin memang sekitar 3% dari PDB (CAD). Ya bukan nggak apa-apa, tapi memang itu artinya tinggi, namun tinggi sekali, juga enggak. Karena 2014-2015 cukup tinggi," katanya di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (21/12/2018).

Meski demikian, Darmin menekankan untuk tak hanya melihat kondisi dari angka defisit transaksi berjalan saja. Namun, harus dibarengi dengan melihat transaksi modal dan keuangan.

Baca Juga: Migas Masih Jadi Pemicu Terjadinya Defisit Perdagangan

Di mana saat ini Bank Indonesia (BI) mencatat aliran modal asing masuk ke dalam negeri selama November 2018 sebesar Rp7,9 miliar. Kondisi ini membuat posisi cadangan devisa pada akhir November 2018 membaik dengan naik USD2 miliar menjadi sebesar USD117,2 miliar.

"Jangan melihat transaksi berjalan berdiri sendiri. Lihatnya harus bersama-sama dengan transaksi modal dan keuangan. Sekarang transaksi modal dan keuangan surplusnya tinggi, walau secara total masih negatif tapi sudah kecil," pungkasnya.

Sebelumnya, Gubernur BI Perry Warjiyo juga memiliki prediksi senada, secara keseluruhan tahun 2018 CAD akan di 3%. "Kondisi di kuartal I 2018 kan rendah (defisitnya), keseluruhan tahun BI perkirakan CAD masih di 3% dari PDB," kata dia di Kantor Pusat BI, Jakarta, Kamis 20 Desember 2018.

Darmin Nasution dan Yasonna Bicara Perbaikan Iklim Usaha dan Revitalisasi Hukum 

Perry bahkan memperkirakan pada kuartal IV 2018, defisit transaksi berjalan akan sedikit berada di atas 3% terhadap PDB. Hal ini didorong tingginya laju impor Indonesia ketimbang ekspor.

Menurut dia, tingginya laju impor memang didominasi oleh bahan baku dan barang modal, menunjukkan adanya pergerakan perekonomian. Dengan impor yang produktif, katanya, yang menjadi permasalahan bukanlah tingginya kondisi CAD, tapi mengimbangi kondisi defisit itu dengan kenaikan neraca modal.

Hal ini diupayakan oleh BI bersama pemerintah dengan mengeluarkan beberapa kebijakan guna menarik masuknya arus modal asing ke dalam negeri (capital inflow). "Pemerintah dan BI sepakat untuk dalam jangka pendek lebih baik berupaya menurunkan defisit transaksi berjalan ke arah 2,5% dari PDB untuk 2019," pungkasnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini