nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

10 Negara Terbaik untuk Berbisnis, Ada Indonesia?

Rany Fauziah, Jurnalis · Sabtu 22 Desember 2018 16:34 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 12 22 320 1994734 10-negara-terbaik-untuk-berbisnis-ada-indonesia-LRl4KS0cX8.jpg Ilustrasi: Foto Okezone

JAKARTA - Forbes merilis daftar negara terbaik untuk berbisnis. Gross Domestic Product (GDP) menjadi alat ukur untuk sebuah negara dalam mengembangkan bisnis.

Negara-negara yang memiliki iklim bisnis terbaik dan paling ramah untuk investasi modal, didominasi negara Eropa. Inggris berada di peringkat teratas berturut-turut untuk tahun kedua, meskipun ada ketidakpastian keluarnya Inggris dari Uni Eropa (brexit).

Ada 15 faktor untuk menjadi negara dengan iklim terbaik untuk berbisnis, seperti hak properti, inovasi, pajak, teknologi, korupsi, kebebasan (pribadi, perdagangan dan moneter), birokrasi dan perlindungan investor. Faktor lainnya termasuk adalah tenaga kerja, infrastruktur, ukuran pasar, kualitas hidup dan risiko. Setiap kategori memiliki bobot yang sama.

 Baca Juga: 10 Negara Terbaik untuk Investasi, Indonesia Nomor Berapa?

Data didasarkan pada laporan yang diterbitkan dari Freedom House, Heritage Foundation, Aliansi Hak Properti, PBB, Transparansi Internasional, Kelompok Bank Dunia, Marsh & McLennan dan Forum Ekonomi.

Berikut ini 10 negara-negara terbaik untuk melakukan bisnis pada 2019 yang dilansir Forbes, Sabtu, (22/12/2018):

1. Inggris

Memiliki Gross Domestic Product (GDP) sebesar USD2,6 triliun. Dengan peringkat beban pajak di urutan 23, peringkat inovasi di urutan 17, dan sedangkan peringkat tenaga kerja di urutan 3.

Namun dari dasar iklim bisnisnya tetap menarik, memimpin Inggris ke posisi teratas, yang mengukur negara-negara yang paling ramah terhadap investasi modal. Ini merupakan tahun kedua bagi Inggris berturut-turut memimpin.

2. Swedia

Memiliki Gross Domestic Product (GDP) sebesar USD536 miliar. Dengan peringkat Beban Pajak di urutan 27, Peringkat inovasi di urutan 5, dan sedangkan peringkat tenaga kerja di urutan 22.

 Baca Juga: 3 Negara yang Terbuka untuk Bisnis

Swedia naik dua peringkat dan berhasil menduduki peringkat kedua tahun ini. Iklim bisnis dari ekonomi yang berorientasi ekspor menerima nilai tinggi untuk inovasi, hak properti, risiko dan korupsi yang rendah. Stockholm merupakan salah satu pusat startup teknologi terkemuka di Eropa. Rasio utang nasional terhadap PDB di negara Skandinavia telah menurun dari 80% pada 1995 menjadi 41% tahun lalu.

3. Hong Kong

Memiliki Gross Domestic Product (GDP) sebesar USD341 Miliar. Disusul dengan peringkat beban pajak di urutan ke 1, peringkat inovasi di urutan 26, dan sedangkan peringkat tenaga kerja di urutan ke 53.

 

4. Belanda

Negara Belanda sendiri memiliki Gross Domestic Product (GDP) sebesar USD832 Miliar. Disusul dengan peringkat Beban pajak di urutan ke 21, peringkat inovasi di urutan 9, dan sedangkan peringkat tenaga kerja di urutan ke 14.

5. Selandia Baru

Sementara menurut data Forbes, Selandia Baru memiliki Gross Domestic Product (GDP) sebesar USD201 Miliar. Disusul dengan peringkat Beban pajak di urutan ke 10, peringkat inovasi di urutan 27, dan sedangkan peringkat tenaga kerja di urutan ke 40.

6. Kanada

Untuk negara Kanada sendiri memiliki Gross Domestic Product (GDP) sebesar USD1,7 triliun. Disusul dengan peringkat Beban pajak di urutan ke 19, peringkat inovasi di urutan 13, dan sedangkan peringkat tenaga kerja di urutan ke 8.

7. Denmark

Denmark sendiri memiliki Gross Domestic Product (GDP) sebesar USD326 Miliar. Disusul dengan peringkat Beban pajak di urutan ke 9, peringkat inovasi di urutan 12, dan sedangkan peringkat tenaga kerja di urutan ke 22.

8. Singapura

Negara Singapura, memiliki Gross Domestic Product (GDP) sebesar USD324 Miliar. Disusul dengan peringkat Beban pajak di urutan ke 8, peringkat inovasi di urutan 13, dan sedangkan peringkat tenaga kerja di urutan ke 42.

9. Australia

Sedangkan negara Australia memiliki Gross Domestic Product (GDP) sebesar USD1,4 Triliun. Disusul dengan peringkat Beban pajak di urutan ke 26, peringkat inovasi di urutan 18, dan sedangkan peringkat tenaga kerja di urutan ke 9.

10. Swiss

Untuk urutan yang terakhir yaitu negara Swiss memiliki Gross Domestic Product (GDP) sebesar USD679 Miliar. Disusul dengan peringkat Beban pajak di urutan ke 20, peringkat inovasi di urutan 3, dan sedangkan peringkat tenaga kerja di urutan ke 23.

Lalu berapa posisi Indonesia? Dalam daftar ini, Indonesia di peringkat 60. Indonesia dengan pertumbuhan ekonomi 5,1%.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini