nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pasca Bencana Banten dan Lampung, Kementerian PUPR Langsung Kerahkan Alat Berat

Giri Hartomo, Jurnalis · Minggu 23 Desember 2018 18:23 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 12 23 320 1995154 pasca-bencana-banten-dan-lampung-kementerian-pupr-langsung-kerahkan-alat-berat-0itrd9TxvY.jpeg Foto: Dokumentasi Kementerian PUPR

JAKARTA — Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono langsung bergerak cepat pasca bencana tsunami yang menerjang Banten dan Lampung. Saat ini, Menteri Basuki sedang menuju ke Banten untuk memantau langsung bagaimana kondisi di lapangan pasca Tsunami yang terjadi tadi malam.

Turut mendampingi Menteri Basuki yakni Dirjen Sumber Daya Air Hari Suprayogi, Dirjen Cipta Karya Danis H. Sumadilaga, Direktur Preservasi Jalan Atyanto Busono, Direktur Sungai dan Pantai Jarot Widyoko, Direktur Pengembangan Sistem Air Minum Agus Ahyar, Kepala Balai Wilayah Sungai Cidanau, Ciujung dan Cidurian Tris Raditian, Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan (BBPJN) VI Hari Suko dan Kepala Biro Komunikasi Publik Endra S. Atmawidjaja

Menteri Basuki mengatakan, sejumlah alat berat sudah dikerahkan dan sebagian sudah bekerja membuka dan membersihkan jalan. Sejumlah alat berat dikerahkan berasal dari Balai Jalan dan Balai Wilayah Sungai Kementerian PUPR serta BUMN Karya dan kontraktor

"Pekerjaan dilapangan terus dilakukan dan akan dihentikan bilamana ada peringatan peningkatan risiko terjadinya air pasang," ujarnya melalui keterangan tertulis, Minggu (23/12/2018).

Alat berat sementara dikonsentrasikan untuk penanganan di Pantai Caritan dan Labuhan.Jumlah alat berat yang dikerahkan sebanyak 7 ekskavator, 12 dump truk, dan 2 loader. Mobilisasi alat berat terus dilakukan dimana akan ada tambahan sebanyak 1 unit ekskavator, 1 dozer, 1 loader, 1 grader, 2 tronton dan 4 dump truk.

Untuk peralatan air bersih dan sanitasi, Dirjen Cipta Karya Danis H. Sumadilaga telah mengirimkan sejumlah peralatan baik ke Lampung dan Banten. Peralatan berupa sebanyak 6 Mobil Tangki Air (MTA) lengkap dengan penyemprot lumpur, 2 mobil toilet, 2 mobil sedot tinja, 20 Hidran Umum. Penempatan di banten sebanyak 4 MTA, 2 mobil toilet, 1 tinja dan Lampung sebanyak 2 MTA dan 1 mobil tinja.

Penambahan akan dilakukan untuk mengantisipasi meningkatkan kebutuhan para pengungsi. Jumlah korban dan kerusakan akibat terjangan tsunami dapat direduksi dengan adanya bangunan pengaman pantai atau breakwater seperti di Pantai Jongor dan Kemuning di Pandeglang, Banten dan Pantai Kalianda dan Rajabasa di Lampung Selatan.

Salah satu lokasi terdampak di Lampung Selatan adalah Desa Way Muli yang berada di sepanjang Pantai Rajabasa.

Sebelumnya, Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan pengiriman bantuan pascabencana tsunami di pantai Pandeglang dapat dilakukan melalui jalan darat.

“Jalan dalam kondisi baik karena (penyebab bencana) bukan gempa, namun longsor dari Anak Gunung Krakatau sehingga air naik. Pembersihan terus dilakukan oleh Kementerian PUPR, peralatan disiagakan apabila terdapat jalan dan jembatan yang rusak,” kata Wapres Jusuf Kalla.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini