Share

Harapan Sri Mulyani soal Belanja Negara

Koran SINDO, Jurnalis · Senin 24 Desember 2018 12:46 WIB
https: img.okezone.com content 2018 12 24 20 1995372 harapan-sri-mulyani-soal-belanja-negara-hlQmk89GPO.png Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Instagram)

JAKARTA – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat realisasi anggaran tahun 2018 tidak hanya terserap dengan lebih cepat dan tetap waktu, tetapi pencairan dan pertanggungjawabannya pun lebih tertib dan terukur. Hal ini di harapkan bisa menciptakan pelaksanaan anggaran yang lebih berkualitas.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pencairan anggaran hingga 21 Desember 2018 telah mencapai 91,14% dari target Rp2.220,7 triliun.

“Kalau tahun lalu sampai 95,8%. Kita akan hitung sampai akhir pekan ini. Tentu kita berharap akan lebih baik mendekati angka tahun lalu yang 95,8%,” ujarnya di Jakarta.

Sri Mulyani menilai, pelaksanaan anggaran tahun ini lebih baik dibandingkan tahun lalu. Revisi Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) turun drastis dari 52.072 revisi pada 2017 menjadi 7.245 revisi hingga kuartal III/2018.

 Baca Juga: Sri Mulyani Puas Pelaksanaan Anggaran 2018 Berjalan Baik

Menurut dia, tidak adanya APBNP membuat keseluruhan satuan kerja (satker) melaksanakan anggaran sesuai rencana.

“Penurunannya luar biasa besar. Saya sangat menghargai dari sisi keseluruhan satker yang berarti mereka fokus men jalankan sesuai perencanaan anggaran mereka,” ungkapnya.

Dari sisi uang persediaan, penggunaan anggaran juga dinilai lebih tertib. “Kalau tahun 2017 outstandingnya Rp15,12 triliun. Tahun ini menurun sekitar setengahnya Rp8,6 triliun. Ini menggambarkan adanya perbaikan dari sisi tertib penggunaan anggaran dan perencanaan anggaran,” katanya.

 Baca Juga: Penerimaan Negara Tembus Rp1.936 Triliun, Menteri Darmin: Bagus Dong

Ketertiban penyelesaian tagihan Surat Perintah Membayar Langsung (SPM-LS) membaik dari semula 86% menjadi 90,16%. Penyampaian laporan pertanggungjawaban (LPJ) bendahara satker juga meningkat dari 61% pada 2017 menjadi 80%.

“Kita berharap dengan LPJ semakin baik, berarti akuntabilitas penggunaan anggaran semakin baik,” katanya.

Dirjen Perbendaharaan Kemenkeu Marwanto Harjowiryono mengatakan, pihaknya telah melakukan sejumlah langkah untuk memastikan pelaksanaan anggaran 2018 berjalan optimal dan lebih baik dari tahun anggaran sebelumnya.

 Baca Juga: Penerimaan Negara Tembus Rp1.936 Triliun, Defisit Hanya 1,86%

Penerapan Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA) tahun ini berdampak positif pula terhadap kelancaran proses tutup tahun anggaran 2018. Evaluasi terus dilakukan atas seluruh kinerja anggaran kementerian/lembaga (K/L) melalui satker-satkernya sepanjang tahun.

Orientasinya tidak lagi hanya berfokus pada tingkat penyerapan anggaran, tetapi juga memberi perhatian lebih pada peningkatan akurasi rencana penarikan dana, penggunaan belanja, dan pencapaian pengeluaran anggaran.

“Upaya-upaya ini mulai dapat mengubah pola pencairan anggaran sehingga lebih merata di tiap triwulannya dan penumpukan tagihan kepada kas negara di akhir tahun cenderung dapat dikurangi,” ungkapnya. (Oktiani Endarwati)

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini