nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

BUMN Kerahkan 13 Alat Berat Evakuasi Korban Tsunami Selat Sunda

Mulyani, Jurnalis · Rabu 26 Desember 2018 09:27 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 12 26 320 1995969 bumn-kerahkan-13-alat-berat-evakuasi-korban-tsunami-selat-sunda-PEZvS1C4q2.jpeg Foto: Dokumentasi Kementerian PUPR

JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno telah meminta kepada BUMN untuk cepat tanggap membantu korban tsunami di Selat Sunda yang terjadi pada Sabtu 22 Desember 2018.

Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis dan Media Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno mengatakan bahwa pihaknya telah menunjuk dua BUMN untuk menjadi koordinator penyaluran bantuan di wilayah Lampung dan Banten. PTPN III bertindak sebagai koordinator bantuan di Lampung sedangkan Krakatau Steel bertindak sebagai koordinator bantuan di Banten.

"BUMN berkomitmen untuk selalu hadir dan tanggap dalam setiap bencana, mulai dari proses evakuasi hingga proses pemulihan pasca bencana. Kami pun senantiasa berkordinasi dan bersinergi dengan seluruh pihak terkait seperti BNPB dan TNI/Polri," ujar Harry seperti dikutip dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Rabu (26/12/2018).

 Baca Juga: Pasca Bencana Banten dan Lampung, Kementerian PUPR Langsung Kerahkan Alat Berat

Sementara itu, PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) mengerahkan berbagai alat berat, seperti tiga unit loader, dua unit excavator PC 200, satu unit trailer, enam unit dump truck, satu unit pick up dan mobil patroli. Hal ini untuk membantu evakuasi korban dan membereskan puing-puing reruntuhan bangunan pasca-tsunami.

"Total nilai bantuan yang disalurkan melalui ADHI Peduli sebesar Rp755 juta. Semoga para relawan dan saudara-saudara kita di Banten dan Lampung selalu diberikan keselamatan dan kesehatan," kata Corsec Adhi Karya Ki Syahgolang Permata.

 

Untuk mendistribusikan bantuannya, pihaknya tetap bekerja sama dengan BNPB, Basarnas, TNI, Kementerian PUPR serta beberapa BUMN lainnya.

Seperti yang diberitakan Okezone, PT PLN (Persero) terus berupaya memulihkan kondisi sistem kelistrikan pascatsunami Selat Sunda yang menerjang sebagian wilayah Banten dan Lampung.

 Baca Juga: Pemulihan Sistem Kelistrikan Pasca-Tsunami Selat Sunda Capai 88%

Berdasarkan data PLN, hingga kemarin perseroan berhasil menyalakan 236 gardu dari 248 distribusi yang padam.

"Recovery listrik pascatsunami capai 88%," kata EVP Corporate Communications & CSR PLN I Made Suprateka.

Sementara 12 gardu lainnya dinyalakan dengan genset dan upaya per baikan 50 tiang transmisi juga terus dilakukan dengan mengerahkan 199 personel gabungan yang didatangkan dari DKI Jakarta dan Jawa Barat.

“Saat ini tambahan 43 genset sudah tiba di Posko Tarogong untuk segera didistribusikan ke daerah yang sulit diakses,” ujarnya.

 Baca Juga: PLN Lakukan Perbaikan Infrastruktur Kelistrikan Pasca-Tsunami Selat Sunda

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, prioritas utama pada masa tanggap darurat pascabencana tsunami di Pandeglang dan Lampung Selatan adalah melakukan evakuasi korban meninggal dunia dan menyelamatkan korban yang hidup, membersihkan sampah dan puing, serta memenuhi kebutuhan air bersih dan sanitasi para pengungsi selama tujuh hari ke depan.

“Saya kira ini kejadian langka, karena tidak ada gempa tapi terjadi tsunami. Ini tengah diteliti oleh para pakar apa penyebabnya. Dari sisi infrastruktur tidak banyak terdampak. Paling parah banyak sampah yang menjadi tugas Kami untuk membersihkannya serta rumah-rumah semi permanen yang rusak,” jelas Menteri PUPR.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini