nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pendapatan Capai Rp268,97 Miliar, BP Batam Bangun 12 Jalan dan Jembatan di Kawasan Industri

Rikhza Hasan, Jurnalis · Kamis 27 Desember 2018 14:30 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 12 27 320 1996630 pendapatan-capai-rp268-97-miliar-bp-batam-bangun-12-jalan-dan-jembatan-di-kawasan-industri-btjg3ltns1.jpg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA - Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah memaparkan satu tahun capaian kinerja. Sepanjang 2018, pertumbuhan PNBP yang mengalami surplus. Hingga 25 Desember 2018, pendapatan BP Batam mencapai Rp268,97 miliar, sehingga saldo kas BP Batam adalah sebesar Rp 711 miliar atau naik 60,86% dari saldo awal kas tahun 2018 sebesar Rp442 miliar.

Dirinya menambahkan bahwa sebagain besar angka penerimaan PNBP berasal dari unit kerja penghasil yang berada dinaungan Anggota 3 / Deputi Bidang Pengusahaan Sarana Usaha.

“Reformasi birokrasi, BLINk (BP Batam Layanan Keliling) untuk pengurusan UWT dan IPH pemukiman yang disambut positif warga hingga dukungan insentif kepada investor dalam membangun jalan di kawasan industri membuat pendapatan kantor lahan meningkat dan melebihi target,” kata Lukita dalam keterangan tertulisnya, Kamis (27/12/2018).

Baca Juga: Investasi di Batam Terus Merosot, Bagaimana Bisa Saingi Singapura?

“PNBP menjadi sumber pembiayaan untuk membangun infrastruktur, pada tahun ini berhasil kami dorong tanpa menaikan tarif, Surplus ini bukan didapatkan dari menaikan tariff layanan seperti UWT melainkan melalui inovasi, yang 90% penerimaan itu (PNBP) melalui Deputi 3,” tambahnya.

Dengan peningkatan tersebut maka berbagai pergerakan kegiatan pembangunan konstruksi yang dijadwalkan pada tahun 2019, dia harapkan tetap dapat dilakukan sebagai akses untuk membuka investasi baru.

Baca Juga: Peleburan BP Batam Dinilai Terburu-buru?

Sejumlah proyek dan rencana yang telah direncanakan di antaranya :

1. Membangun 12 akses sarana jalan dan jembatan di kawasan industri dan jalan strategis

2. Mengembangkan pelabuhan batu ampar yang telah dimulai dengan peresmian First Fleet Ship to Ship floating storage unit (FSU) di Dermaga Utara Pelabuhan Batuampar. Refenery Palm Oil Unggul Persada progres 40% ditargetkan tahun 2019 sudah bisa produksi 2 tangki. Pengembangan Pelabuhan Batu Ampar akan memiliki potensi pendapatan hingga 20-40 M pertahun.

3. Kerjasama dengan Pelindo untuk mengembangkan fasilitas pelabuhan lainnya.

4. Pengembangan lanjutan pelabuhan batu ampar dengan nilai PNBP 110 Milliar.

5. Pengembangan Bandara Hang Nadim menjadi Pusat Logistik Hub Indonesia dimana telah dimulai prakualifikasi lelang dengan 47 peminat sebagai besar investor mancanegara.

6. Pengembangan pembangunan dam tembesi, saat ini terdapat sebanyak 37 investor yang berminat untuk Mengelola dam tembesi.

7. Perpanjangan kontrak kerjasama dengan Maintanance Repair and Overhaull (MRO) Lion.

8. Instalasi Pengelolaan air limbah menjadi air bersih yang sudah mulai dapat dinimkati warga Batam Center pada 2019.

9. Legalitas rumah ibadah dan legailtas sejumlah kampung tua

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini