Harga Beras Naik, Presiden Jokowi Tanya soal Operasi Pasar Bulog

Koran SINDO, Jurnalis · Jum'at 28 Desember 2018 10:11 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 12 28 320 1996979 harga-beras-naik-presiden-jokowi-tanya-soal-operasi-pasar-bulog-vHacCV8eV0.jpg Ilustrasi: Foto Okezone

JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menyebutkan harga beras medium terpantau naik 0,4% atau sekitar Rp45 per kilogram, sementara beras premium hanya naik 0,04%.

Pemerintah berupaya menstabilkan harga beras yang sempat naik tipis pada Desember 2018 dengan meningkatkan operasi pasar.

Mantan Gubernur Bank Indonesia itu menjelaskan bahwa langkah pemerintah menurunkan harga beras melalui operasi pasar dilakukan sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Presiden (Jokowi) juga bertanya ke Bulog, operasi pasarnya berapa sih. Kira-kira 2.400 ton per hari. Presiden bilang, naik kan, supaya harganya balik lagi ke harga sebelumnya,” kata Darmin.

 Baca Juga: Stok Beras Akhir Tahun Dipastikan Aman dan Tak Ada Gejolak Harga

Darmin menilai beras untuk operasi pasar oleh Bulog tidak mudah untuk dinaikkan begitu saja karena perlu memperhatikan jaringan yang ada. Rata-rata operasi pasar Bulog sekitar 2.000-3.000 ton per hari.

“Tapi kalau (operasi pasar) 4.000 hingga 5.000 ton sehari mestinya bisa. Di Bulog stok banyak, tidak ada masalah. Stok mungkin mendekati 3 juta ton. Kalau hanya operasi pasar hingga 15.000 ton sehari itu tidak ada masalah,“ ujar Darmin.

Selain itu Darmin mengatakan bahwa penyebab kenaikan tipis harga beras pada Desember 2018 tidak mudah untuk dijelaskan. Menurut dia, pencatatan harga beras oleh BPS mengambil beberapa merek sekaligus untuk kemudian dicari rata-ratanya.

“Jadi persisnya mana yang naik, kami juga tidak tahu. Tapi intinya supaya turun kembali ya berasnya harus dijual yang lebih banyak,” kata dia.

 Baca Juga: Buwas: Stok Masih Kuat, Tidak Perlu Khawatir

Sebelumnya Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso menegaskan, stok beras aman ketika liburan Natal 2018 dan Tahun Baru 2019 sehingga masyarakat tidak perlu khawatir.

“Tadi dicek semua, kemungkinan ada kenaikan (harga) atau tidak di akhir tahun. Intinya ya tidak karena kita berasnya banyak juga. Stok daging juga masih ada,” kata Budi Waseso.

Dia juga menjamin harga pangan pokok untuk menghadapi Natal 2018 dan Tahun Baru 2019 tidak ada masalah maupun gejolak. Menurut Budi, jumlah beras di lapangan masih banyak, baik jenis premium maupun medium. Sementara untuk stok masih 2,3 juta ton.

“Berarti aman, tidak mungkin ada gejolak-gejolak, kekurangan apalagi. Sekarang ternyata dengan operasi pasar besar-besaran masih ada stok 2,3 juta ton, berarti aman lah,” ujar dia.

(dni)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini