nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Keributan di Pesawat Garuda Indonesia, Begini Pengakuan Istri Brian Personel Sheila On 7

Rikhza Hasan, Jurnalis · Senin 31 Desember 2018 14:13 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 12 31 320 1998140 keributan-di-pesawat-garuda-indonesia-begini-pengakuan-istri-brian-personel-sheila-on-7-VGdGD4ykc3.jpg Penumpang Ngamuk di Pesawat Garuda (Foto: Instagram)

JAKARTA - Beberapa waktu yang lalu, telah beredar sebuah video tentang keributan di dalam pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA 863 rute Hong Kong-Jakarta. Terkait keributan tersebut, Istri Brian Kresnaputro drummer band Sheila on 7, Dewi Fitriasari bercerita mengenai kronologi kericuhan yang terjadi di dalam pesawat. Dia adalah salah satu perempuan yang terdapat dalam video viral tersebut.

“Banyak yang tanya apakah saya orang yang di dalam video yang beredar viral di pesawat itu? Yup, itu memang saya, tapi bukan yang mabuk itu ya, hehe,” jelas Dewi dilansir dari Instagramnya, Senin (31/12/2018).

Kabarnya, Dewi merupakan salah satu korban pelemparan selimut saat kericuhan. “Saya adalah wanita yang jadi korban pelemparan dari wanita berbaju biru itu,” ungkapnya.

Baca Juga: Viral Penumpang Ngamuk di Pesawat Garuda Indonesia

Melalui instastory, Dewi angkat bicara lantaran banyak pihak yang menyudutkan keluarganya. “Kamu tuh mau apa sih bilang kita yang salah juga mengeroyok? Please yah, apakah kalau kamu dilempar selimut kamu akan diam saja?”

Dewi menjelaskan, kejadian tersebut bermula dari pihak ground staff Garuda Indonesia yang salah memberi nomor tempat duduk kepada kakak serta keponakannya yang berumur 4 tahun sehingga terpisah jauh.

“Di saat kakak saya kebingungan, awak kabin memberi tahu untuk duduk dulu di tempatnya dan nanti ditukar tempat duduk apabila penumpang sudah masuk semua,” jelasnya.

Garuda Indonesia

Dikarenakan tak mungkin untuk terpisah serta banyak penumpang yang ingin lewat maka kakak dan keponakan Dewi menunggu di kursi 40H dan 40K. Kemudian datanglah sepasang pria dan wanita, serta dengan nada tinggi wanita tersebut berteriak,”Get out, that’s my seat,” teriak wanita berbaju biru tersebut.

Atas permintaan wanita tersebut, kakak dan keponakan Dewi pun menuruti dan pindah dari kursi tersebut. “Nah di saat keluar dari kursi, si anak balita itu kakinya nyenggol sepatu si wanita, berteriaklah wanita itu lagi, ‘don’t step on my shoes, it’s expensive’ bla2” ungkap Dewi.

Hal tersebut memancing Dewi untuk berbicara. “If you don’t want to be stepped, take business class, it’s only child,” Dewi menyarankan jika tidak ingin terinjak, pilihlah kabin kelas bisnis, sebab yang dia hadapi hanyalah anak-anak.

Pria yang datang bersama wanita tersebut pun mengatakan agar tak mendengarkan perkataan wanita berbaju biru lantaran dia dalam keadaan mabuk. Sebelum kejadian tersebut, kakak Dewi sudah meminta maaf kepada wanita berbaju biru tersebut. Tetapi wanita tersebut mnjawab dengan nada tinggi. “Who the hell are you,” teriak wanita berbaju biru tersebut.

Terciumlah aroma alkohol yang sangat menyengat dari wanita tersebut. “Kakak saya langsung bilang ‘okay you’re drunk’,” jelas Dewi. Tak berselang lama, Purser penerbangan tersebut datang menghampiri pasangan tersebut untuk bertanya mengenai apa yang terjadi.

Wanita berbaju biru tersebut lantas menjawab dengan nada yang tinggi, “That crazy kid seating in my chair. I don’t like it. This is my chair (Bocah ini duduk di kursiku. Aku tidak suka. Ini kursiku),” ujar wanita tersebut.

Baca Juga: Penumpang Ngamuk di Pesawat, Garuda Indonesia: Dalam Keadaan Mabuk

Jawaban dari wanita tersebut, dinilai Dewi, sontak memancing celetukan penumpang di belakangnya. Celetukan tersebut membuat wanita berbaju biru kembali merespons dengan setengah berteriak dan menantang kakak Dewi, apakah dia mampu membeli sepatu tersebut. Kata-kata dari wanita tersebut lantas dirasa Dewi benar-benar menyinggung serta merendahkan keluarganya.

Ground Staff dan Pilot datang serta memutuskan untuk meng-offload pasangan tersebut dengan alasan mabuk.

“Saat hendak berjalan keluar dari kursinya, tiba-tiba dia mengambil selimut yang masih ada plastiknya dan memukulkan kepada saya yang duduk bersebrangan dengan dia, lumayan sakit sih itu plastiknya, untung tidak kena anak saya” jelas Dewi.

Garuda Indonesia

Pukulan tersebut lantas membuat seluruh keluarga Dewi bereaksi dan marah kepada wanita tersebut. “Akhirnya terjadi keributan dan seorang wanita staf sepertinya kewalahan mengatasi sampai akhirnya pilot harus turun tangan sendiri untuk melerai dan menarik wanita itu keluar diikuti pasangannya,” ungkapnya.

Dewi mengklarifikasi, video yang beredar bukanlah video lengkap kejadian, melainkan video yang berisi saat setelah pelemparan selimut kepadanya. “Tidak benar bahwa kami menyoraki wanita itu di saat mau diturunkan,” jelasnya.

Dewi mengungkapkan, keluarganya benar menyoraki wanita tersebut saat pelemparan selimut dan saat wanita tersebut ingin mengambil video keluarga Dewi sambil berteriak kampungan.

“Disitulah kami sorakin lagi dan langsung saat itu kapten berteriak untuk menyuruh kami diam,” ungkapnya.

Awalnya Dewi pun tak ingin mempermasalahkan kejadian tersebut karena dirinya menghargai pihak Garuda Indonesia yang meminta agar tidak membagikan video mengenai kejadian tersebut.

“Jadi video yang beredar itu bukan dari kami, tapi dari penumpang lain yang ikut mengvideokan kejadian tersebut, sayangnya dia tidak video dari awal kejadiannya seperti apa,” pungkasnya.

Dewi pun mengunggah video detik-detik pelemparan selimut serta foto bukti merah ditelinganya lantaran dilempar dengan selimut. Foto keponakannya pun diunggah dengan mengungkapkan keadaan keponakannya tersebut yang trauma setelah kejadian. Keponakannya mengungkapkan, jika dirinya tak menginjak sepatu, melainkan hanya menyenggol sedikit.

Dewi pun telah membukakan pintu maaf kepada wanita berbaju biru tersebut. Dia pun mengatakan, dirinya bukanlah ibu dari anak yang menyenggol sepatu wanita tersebut.

Baca Juga: Cara Garuda Indonesia Raup Laba Bersih Rp1 Triliun di 2019

“Saya mendengar dan pastikan bapak dari anak itu sudah meminta maaf saat pindah,” ungkap Dewi.

Dewi menyayangkan cerita yang beredar telah membangun opini publik ke arah yang salah. “Bukan, ini bukan tentang orang tua yang tidak bisa mendidik anaknya meminta maaf atau malah seakan orang tua yang menjawab dengan ketus setelah anaknya menyenggol sepatu orang,” jelasnya.

Dewi mengungkapkan rasa terima kasihnya atas sikap Captain pesawat yang mengambil tindakan tegas untuk menurunkan penumpang tersebut serta para penumpang lain yang sudah berinisiatif berkumpul untuk berbagi video kejadian tersebut.

Sebelumnya, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk memberikan klarifikasi tentang beredarnya vidio keributan yang terjadi di dalam pesawat Garuda Rute Hong Kong-Jakarta. VP Corporate Secretary Garuda Indonesia Ikhsan Rosan menjelaskan kronologis keributan tersebut. Bermula saat proses boarding penerbangan GA 863 rute Hong Kong-Jakarta, penumpang yang duduk di kursi 40 K menimbulkan keributan karena kakinya terinjak oleh anak kecil.

“Ketiga petugas cabin crew berusaha menenangkan, diketahui ternyata penumpang tersebut sedang dalam keadaan mabuk serta tercium bau alkhohol pada saat penumpang berbicara,” kata dia kepada Okezone.

Dia melanjutkan, atas dasar pertimbangan tersebut, untuk alasan keamanan dan kenyamanan penumpang lain maka Pilot in Command memutuskan untuk menurunkan penumpang tersebut dari pesawat.

Menurutnya, Penumpang sempat melakukan perlawanan sehingga mengharuskan Pilot in Command melakukan tindakan tegas. Dia meyakini apa yang dilakukan oleh awak pesawat telah sesuai dengan prosedur dan tindakan awak pesawat untuk menurunkan/offload penumpang tersebut semata mata untuk menjaga agar aspek safety dan kenyamanan penumpang selama penerbangan dapat terjaga.

“Awak pesawat juga telah melakukan koordinasi dengan petugas keamanan di bandara Hongkong atas kejadian tersebut,” tukas dia.

1
3
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini