Nilai tukar Rupiah tercatat mengalami deviasi cukup besar dari asumsi dalam APBN sebesar Rp13.400 per USD ke Rp14.247 per USD. Secara tahunan, hingga 31 Desember 2018 Rupiah terdepresiasi 6,31%.
Selain itu, harga minyak juga meleset dari asumsi sebesar USD48 per barel kini realisasinya USD67,5 per barel. "Lifting minyak kita di bawah yang diasumsikan. Asumsinya 800 ribu bph dan realisasinya 776 ribu bph. Lifting gas asumsinya 1.200 boepd dan realisasi nya 1.136 boepd," katanya.

Komponen ekonomi makro lainnya, seperti inflasi cukup baik yakni sebesar 3,13% di 2018, atau berada di bawah asumsi yang sebesar 3,5%. Adapun suku bunga SPN 3 bulan asumsi sebesar 5,2% dengan realisasinya lebih rendah yakni 4,95%.
"APBN 2018 ini pertama kalinya dalam 15 tahun tidak dilakukan perubahan. Tidak ada undang-undang perubahan. Jadi ini APBN sama dengan yang disampaikan di DPR untuk 2018. APBN kita pelaksanaan 2018 adalah sangat baik dan optimal," jelas Sri Mulyani.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)