nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

BNPB Keluhkan Penurunan Anggaran, Sri Mulyani: Dana untuk Bencana Alam Tak Hanya di BNPB

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Kamis 03 Januari 2019 10:40 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 01 03 320 1999307 bnpb-keluhkan-penurunan-anggaran-sri-mulyani-dana-untuk-bencana-alam-tak-hanya-di-bnpb-BLsl8b3wtI.jpg Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Okezone)

JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengeluhkan penurunan anggaran mitigasi bencana yang disetujui DPR pada 2019. Di mana alokasi anggaran BNPB di 2019 sebesar Rp610 miliar, turun dari alokasi di 2018 yang sebesar Rp700 miliar.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan, anggaran sebesar Rp610 miliar tersebut memang secara umum diperuntukkan keperluan operasional BNPB, bukan hanya untuk keperluan bencana alam. Dia mengatakan, dana untuk bencana alam memang tak hanya berpusat pada anggaran BNPB saja.

"Untuk anggaran bencana di dalam mekanisme anggaran itu, mungkin tidak hanya dilihat di anggaran BNPB saja. Kalau lihat anggarannya di BNPB cuma Rp610 miliar, itu mostly adalah untuk BNPB sendiri. Penanganan bencana itu melalui sebuah mekanisme on call (dana siap pakai)," ujar dia saat ditemui di Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (2/1/2019).

 Baca Juga: Masterplan Penanggulangan Bencana, Sri Mulyani: Semua Sedang Dikoordinasikan

Bendahara Negara tersebut menjelaskan, dalam penanggulangan bencana pemerintah menyiapkan dana on call yang bisa dicairkan kapan pun saat dibutuhkan. Tahun 2018, kata dia, dana siap pakai itu sudah disalurkan Rp7 triliun untuk berbagai bencana alam di Indonesia.

"Karena kalau terjadi bencana seperti di Lombok, kemudian di Palu, kemudian Banten itu kita akan merespons BNPB, itu disebut dana on call. Kita sudah mengeluarkan sampai Rp7 triliun. Jadi kalau sekarang disebut dana di BNPB kecil anggarannya, itu tidak merefleksikan seluruh anggaran yang disediakan untuk menghadapi bencana," paparnya.

 

Dia menyatakan, dalam penanggulangan bencana bahkan pemerintah juga memperhitungkan bantuan untuk perbaikan rumah di daerah terdampak bencana. Sehingga usai BNPB melakukan penghitungan jumlah rumah yang perlu diperbaiki, maka anggaran yang diperlukan tersebut segera disalurkan.

"Jadi berapa yang rumahnya rusak berat, berapa rusak ringan. Begitu verifikasi kita bayarkan. Jadi sebetulnya, anggaran bencana tidak hanya di BNPB," tandasnya.

 Baca Juga: Longsor Sukabumi, Pertamina Pastikan Distribusi BBM dan LPG Berjalan Normal

Sebelumnya, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho menilai, anggaran yang ada untuk kebutuhan bencana belum memadai. Dia berharap ada solusi yang tepat untuk mengatasi kondisi ini.

“Anggaran bencana tahun 2019 sebesar Rp610 miliar untuk meng-cover seluruh wilayah Indonesia tentu sangat kurang,” ujar Sutopo.

Kecukupan anggaran mitigasi penting guna mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan jika suatu waktu musibah melanda sebuah daerah. Sejumlah kalangan menyebut, setidaknya anggaran untuk mitigasi bencana tingkat pusat adalah 1% dari total APBN sebanyak Rp2.439 triliun.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini