Akhirnya, perusahaan ekuitas swasta di Boston membeli perusahaannya. Dia menjual 28% bisnisnya dan menghasilkan USD130 juta.
Selama 6 tahun, bisnisnya berkembang pesat. Namun pada saat tertentu ia mengalami keadaan yang kurang menyenangkan. Liautaud berjuang untuk mengombangi pertumbuhan perusahaannya. Pada 2014, sandwich chain Jimmy John’s telah memiliki cabang di 2000 lokasi, dan Liautaud tidak bisa mengendalikan semua bagian.
“Saya merasa seperti kehilangan bandwith. Di departemen pemasaran saya memiliki dana iklan sebesar USD100 juta dan saya bingung bagaimana cara menjalankan dana tersebut secara efektif?” ujar Liautaud yang kemudian mengangkat presiden James North, seorang karyawan lama menjadi CEO pertama.
Kemudian, Liautaud membeli sebagian besar saham Roark Capital, sebuah perusahaan besar yang berbasis di Atlanta pada 2016. Ia memiliki 35% kepemilikan perusahaan yang bernilai USD1,7 miliar berkat kesepakatann yang telah dibuat dan investasi lain, seperti tanah pertanian di Illinos dan saham produsen elektrik rokok Juul.
(Feby Novalius)