nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Wall Street Stagnan Menunggu Hasil Pembicaraan Presiden Donald Trump dengan Xi Jinping

Feby Novalius, Jurnalis · Senin 07 Januari 2019 21:55 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 01 07 278 2001245 wall-street-stagnan-menunggu-hasil-pembicaraan-presiden-donald-trump-dengan-xi-jinping-3f65TPybQU.jpg Ilustrasi (Foto: Reuters)

NEW YORK - Bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street dibuka datar pada perdagangan Senin waktu setempat, karena fokus bergeser ke pembicaraan perdagangan terakhir antara Amerika Serikat dan China.

Melansir Reuters, Senin (7/1/2019), Dow Jones naik 8 poin atau 0,03, S&P 500 turun 2,75 poin atau 0,11% dan Nasdaq turun 18,75 poin atau 0,29%. Pesanan industri jatuh dalam tanda terbaru perlambatan Jerman.

Baca Juga: Wall Street Rebound Menyusul Pernyataan Gubernur The Fed

Dua negara ekonomi terbesar di dunia mulai pembicaraan di Beijing pada hari ini. Ini merupakan pertemuan tatap muka pertama sejak Presiden AS Donald Trump dan Presiden Cina Xi Jinping pada bulan Desember menyetujui gencatan senjata 90 hari dalam perang dagang untuk membantu mencapai kesepakatan.

Setelah tanda-tanda yang tidak menyenangkan perang perdagangan telah mengambil korban pada pertumbuhan AS, termasuk peringatan penjualan Apple Inc dan data aktivitas pabrik yang lemah. Investor khawatir bahwa laba perusahaan dapat mengambil pukulan lebih besar daripada yang diantisipasi.

Trump mengatakan, pada hari Minggu pembicaraan perdagangan dengan China berjalan sangat baik dan bahwa kelemahan dalam ekonomi China memberi Beijing alasan untuk bekerja menuju kesepakatan.

Laporan dari Institute of Supply Management, diperkirakan akan menunjukkan bahwa indeks aktivitas sektor jasa turun ke pembacaan 59,0 pada Desember dari 60,7 pada bulan sebelumnya.

Baca Juga: Wall Street Ditutup Anjlok Akibat Besarnya Kerugian Apple

Laporan ini muncul setelah indeks manufaktur ISM memposting penurunan terbesar sejak krisis keuangan pada 2008, menunjukkan bahwa pertumbuhan yang melambat di China dan Eropa dapat meluas ke Amerika Serikat.

Di antara penggerak premarket, saham General Electric naik 5,1% setelah laporan bahwa perusahaan ekuitas swasta Apollo Global Management sedang mengerjakan tawaran untuk mengakuisisi operasi penyewaan pesawat perusahaan.

Saham Loxo Oncology Inc melonjak 65% setelah Eli Lilly and Co (LLY.N) mengatakan akan membeli pengembang obat kanker untuk sekitar USD8 miliar dalam bentuk tunai. Saham Lilly turun 2,9%.

Saham PG&E Corp merosot 18,6% setelah Reuters melaporkan bahwa perusahaan utilitas California sedang mengeksplorasi pengarsipan sebagian atau seluruh bisnisnya untuk perlindungan kebangkrutan karena menghadapi miliaran dolar dalam kewajiban terkait dengan kebakaran hutan yang fatal pada 2018 dan 2017.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini