nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Investor Masih Mampu Beli Saham, Pengurangan Jumlah Lot Saham Belum Diterapkan

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Selasa 08 Januari 2019 20:18 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 01 08 278 2001723 investor-masih-mampu-beli-saham-pengurangan-jumlah-lot-saham-belum-diterapkan-3j5dQ7YpPg.jpeg Foto: Koran Sindo

JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) masih terus mengkaji rencana mengubah satuan lot saham. Di mana pada saat ini, 1 lot berisi 100 lembar saham. Rencananya revisi redominasi 1 lot saham diusulkan menjadi 50 saham, 30 saham, bahkan 20 saham.

Direktur Pengembangan BEI Hasan Fauzi mengatakan, dengan satuan lot yang ada saat ini memang masih memadai untuk investor. Di mana sebanyak 570 saham emiten dari total seluruh emiten berjumlah 620, bisa diakses dengan modal Rp500 ribu.

"Jadi kalau dibilang kesulitankah investor dengan satuan lot harga saham saat ini? Rasanya tidak. Kita lihat 570 yang bisa diakses dengan modal awal hanya Rp500 ribu. Artinya 100 lot dengan harga saham di bawah Rp5.000 tuh banyak," ucapnya di Gedung BEI, Selasa (8/1/2019).

Baca Juga: Optimisme Mewarnai Awal Perdagangan 2019

Menurutnya, salah satu pertimbangan BEI untuk memperkecil satuan lot saham disebabkan biaya operasional (operational cost). Pasalnya, hal itu berdampak langsung pada frekuensi transaksi saham harian di pasar modal.

MNC Asset Management Luncurkan Reksa Dana EFT MNC36 Likuid di BEI

"Jadi semakin kecil satuan lot, semakin menambah frekuensi transaksi, jadi semakin meningkatkan kegiatan operasional di back office, misal Anggota Bursa (AB) atau bank kustodian untuk melakukan penyelesaian transaksi," ujarnya.

Baca Juga: Sederet Fakta Pembukaan Perdagangan Saham 2019, Nomor 3 Patut Disimak

Meski demikian, dengan menengok satuan lot saat ini yang masih terbilang memadai bagi investor, Hasan menilai, rencana revisi tersebut bukanlah jadi hal yang mendesak sehingga harus diterapkan dalam waktu dekat.

"Rasanya diturunkan bukan dalam waktu dekat. Satuan lot 100 saja juga tidak mengurangi aksesibilitas. Artinya kemampuan investor kita dengan modal sangat rendah pun sekarang bisa menjangkau dan transaksi di bursa kita," kata dia.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini