nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Soal Perang Dagang, Wapres JK Bicara Potensi Ekspor Indonesia ke China

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 08 Januari 2019 11:55 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 01 08 320 2001418 soal-perang-dagang-wapres-jk-bicara-potensi-ekspor-indonesia-ke-china-fPZGMrwsC2.jpg Ilustrasi: Foto Okezone

JAKARTA - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menanggapi ketidakpastian perang dagang yang hingga saat ini belum selesai sepenuhnya. Sebab, antara pemerintah China dan Amerika Serikat saat ini masih terus melakukan diskusi untuk menyelesaikan masalah tersebut.

JK mengharapkan agar perang dagang bisa segera rampung. Namun dirinya juga menyebut tidak masalah jika nantinya perang dagang tetap berlanjut karena menurutnya hal tersebut bisa dimanfaatkan sebagai peluang untuk mendongkrak ekspor.

"Perang dagang kalau terus menerus bagus juga lah supaya ekspor dari China bisa dilaksanakan dari negara lain termasuk Indonesia," ujarnya dalam acara Outlook Perekonomian Indonesia 2019 di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Selasa (8/1/2019).

 Baca Juga: RI Bisa Manfaatkan Ketidakpastian Ekonomi Global

JK menambahkan, menanggapi perang dagang yang belum beres sepenuhnya pemerintah akan terus melakukan berbagai cara agar nilai ekspor meningkat lebih cepat dibandingkan impornya. Karena menurutnya, rumus dari neraca perdagangan yang bagus adalah bagaimana ekspor lebih tinggi dibandingkan impor.

"Dengan kondisi begini apa yang kita harus lakukan harus tentu kita tahu defisit neraca perdagangan kita bagaimana mengurangi impor meningkat ekspor," jelasnya.

JK menambahkan, pada tahun lalu saja pemerintah melakukan 16 langkah untuk mendongkrak ekspor. Namun ternyata angka ekspor masih jauh lebih rendah dari impor.

 Baca Juga: Wapres JK: Masuk Toko Semua Produk Made in China

Namun ke depannya pemerintah akan terus berusaha agar ekspor bisa lebih tinggi dari impor. Salah satu caranya adalah dengan mendorong ekspor manufaktur yang menurutnya Indonesia sangat terlambat untuuk memulainya.

"Tahun lalu perbaikan sistem ada 16 langkah-langkah yang dimotori pak Menko telah disahkan. Itu sesuatu yang biasa sebetulnya tapi permasalahannya kita terlambat untuk membuka," jelasnya.

Menurut JK, dengan mendorong manufacturing maka Indonesia tidak lagi tergantung pada ekspor bahan mentah. Karena ekspor bahan mentah sangat riskan karena terpengaruh harga komoditas.

"Ekspor kita tergantung raw material akibatnya ada sedikit gejolak dunia langsung," ucapnya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini