Investasi RI Kalah dari Vietnam, Wapres JK: Kepastian Hukum Jangan Berubah-ubah!

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 08 Januari 2019 12:09 WIB
https: img.okezone.com content 2019 01 08 320 2001432 investasi-ri-kalah-dari-vietnam-wapres-jk-kepastian-hukum-jangan-berubah-ubah-47ljg7Vg8f.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTA - Wakil Presiden Jusuf Kalla menyoroti investasi Vietnam yang tumbuh lebih baik dibandingkan Indonesia. Menurut JK, kalahnya pertumbuhan investasi seharusnya menjadi pukulan bagi pemerintah untuk lebih baik lagi kedepannya.

Karena menurutnya, parameter agar bekerja lebih baik adalah dengan pembanding yang lebih baik misalnya dari negara tetangga. Tanpa itu, justru Indonesia akan berleha-leha tanpa melakukan hal yang lebih baik.

"Kalau Vietnam booming investasi akibat perpindahan beberapa, kenapa kita enggak. Semua itu tantangan yang kita harus laksanakan bersama-sama. Tanpa tantangan itu kita tidak punya pikiran kritis," ujarnya dalam acara diskusi Outlook Perekonomian Indonesia 2019 di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Selasa (8/1/2019)

 Baca Juga: RI Bisa Manfaatkan Ketidakpastian Ekonomi Global

Menurut JK, hal yang harus dilakukan oleh pemerintah adalah bagaimana memberikan kepastian hukum kepada para calon investor agar investasi Indonesia bisa tumbuh cepat. Maksudnya adalah, para investor membutuhkan agar kebijakan dan policy yang dimiliki pemerintah tidak berubah-ubah.

"Kenapa banyak yang enggak investasi di Indonesia? Kepastian hukum. Bagaimana buat kepastian hukum dan tidak berubah-ubah," jelasnya.

JK menambahkan, pemerintah juga harus bekerjasama dengan pengusaha-pengusaha dalam negeri. Khsususnya pelaku UMKM agar benar-benar bisa naik kelas dan go international, karena ketika sudah go international bisa sedikitnya mengundang mitra kerja di luar negeri untuk investasi di Indonesia.

"Izin kemudahan sudah kita perlu perbaiki. Tentu dibutuhkan semangat yang baik semangat entrepreneurship," jelasnya.

 Baca Juga: Wapres Ingatkan Berhati-hati saat Investasikan Dana Haji

Di sisi lain, JK juga meminta kepada pemerintah untuk lebih aktif menjalin kerjasama dengan negara-negara maju. Karena dengan hubungan yang baik tersebut, negara tersebut akan dengan sendirinya mau untuk menginvestasikan uangnya di Indonesia.

"Apa yang menjadi perlambatan kita kerja sama dengan negara besar. Maka kita selesaikan dengan Eropa, Australia, Jepang, Amerika Serikat perundingan akan terjadi kesamaan pikiran," jelasnya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini