nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pemerintah Jual Surat Utang Online dengan Bunga 8,15%, Bisa Dibeli Mulai Rp1 Juta

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 10 Januari 2019 12:37 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 01 10 20 2002515 pemerintah-jual-surat-utang-online-dengan-bunga-8-15-bisa-dibeli-mulai-rp1-juta-82Tttd2TwM.jpg Foto: Giri Hartomo

JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Keuangan merilis Surat Utang Negara (SUN) yang dijual secara online yakni Saving Bond Ritel (SBR) seri SBR005. Dalam acara peluncuran itu sendiri dihadiri oleh sejumlah investor individu yang mayoritas merupakan generasiilenial.

Instrumen investasi tersebut nantinya akan mulai dipasarkan pada 10 Januari hingga 24 Januari 2019. Meskipun begitu, dirinya belum menyebutkan berapa total surat utang yang akan diterbitkan.

Sedangkan tingkat kupon untuk periode 3 bulan pertama atau 30 Januari 2019 sampai 10 April 2019 adalah sebesar 8,15%, berasal dari suku bunga acuan yang berlaku pada saat penetapan kupon yaitu sebesar 6,00% ditambah spread tetap 215 bps (2,15%). Tingkat kupon berikutnya akan disesuaikan setiap 3 bulan pada tanggal Penyesuaian kupon sampai dengan jatuh tempo.

 Baca Juga: Beli Surat Utang Secara Online, Berapa Bunganya?

Direktur SUN Ditjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Loto Srinaita Ginting mengatakan dikeluarkannya instrumen investasi ini adalah bertujuan untuk memberikan pilihan kepada masyarakat yang ingin berinvestasi. Apalagi menurutnya, saat ini investasi sudah menjadi tren tersendiri bagi masyarakat Indonesia khususnya di kalangan generasi Milenial.

"Seperti yang kita ketahui, kini kopi dan investasi sudah menjadi tren gaya hidup agar lebih baik. Jadi investasi itu kini untuk nanti," ujarnya dalam acara peluncuran di Jakarta, Kamis (10/1/2019).

Apalagi lanjut dia, pemerintah juga tengah membutuhkan banyak biaya untuk pembangunan infrastruktur. Dengan membeli SBR005 ini, investor sudah menambah tinggi pemerintah untuk membangun negara.

"Caranya dengan mengeluarkan sumber pembiayaan SBN (surat berharga negara), salah satu jenis SBN untuk pembiayaan pembangunan negara kita adalah obligasi tabungan ritel," ucapnya.

 Baca Juga: Awal 2019, Pemerintah Terbitkan Surat Utang Rp15 Triliun

Oleh karena itu, untuk menarik pasar milenial, pihaknya sengaja meluncurkan SBR005 ini secara online. Apalagi di tengah perkembangan teknologi ini segala sesuatu pekerjaan dilakukan dengan menggunakan teknologi.

"Kami membangun sistem daring 2018 dan pertama kali luncurkan penawaran yang dengan sistem daring perdana SBR003, SBR004, belajar dari pengalaman, ternyata minat masyarakat direapons positif," ucapnya.

Agar lebih menarik lanjut Loto, para investor bisa memesan SBR dengan nominal minimal Rp1 juta saja sedangkan nominal maksimalnya adalah Rp3 miliar. Pemesanan sendiri dilakukan melalui mitra.

Mitra distribusi (midis) tersebut terdiri dari empat perusahaan berbasis teknologi informasi yaitu PT Bareksa Portal Investasi (Bareksa) dan PT Star Mercato Capitale (Tanamduit), PT Mitrausaha Indonesia Group (Modalku), PT Investree Radhika Jaya (Investree), serta satu sekuritas dan enam bank. Perusahaan sekuritas yang menjadi midis adalah PT Trimegah Sekuritas Tbk (TRIM).

Perbankan yang menjadi midis adalah PT Bank Permata Tbk (BNLI), PT Bank Negara Indonesia TBk (BBNI), PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI).

"30 Januari proses setelmen. Kemudian untuk periode early redemption pada tanggal 27 Januari - 4 Februari 2020," jelasnya.

Seperti diketahui, pada tahun 2018, pemerintah menerbitkan dua SBR yaitu seri SBR003 dan SBR004 dengan total Rp 9,24 triliun. Penerbitan SBR menjadi bagian dari obligasi ritel yang secara total diterbitkan pemerintah Rp45,96 triliun tahun lalu.

Sementara untuk tahun ini, pemerintah menjadwalkan penerbitan obligasi ritel sebanyak Rp60 triliun. Penerbitan itu akan dilakukan melalui 10 kali penawaran yang terdiri dari 4 kali SBR, 4 kali ST (sukuk tabungan), satu kali obligasi negara ritel (ORI), dan satu kali penerbitan sukuk ritel (SR).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini