Share

Arab Saudi Punya Cadangan Minyak 268,5 Miliar Barel

Ade Rachma Unzilla , Okezone · Kamis 10 Januari 2019 17:58 WIB
https: img.okezone.com content 2019 01 10 320 2002721 arab-saudi-punya-cadangan-minyak-268-5-miliar-barel-JjLGxamTqc.jpg Ilustrasi (Foto: Reuters)

SAUDI ARABIA - Perusahaan minyak dan gas terbesar di dunia Aramco dilaporkan memiliki cadangan minyak dan gas terbanyak di dunia.

Melansir CNBC, Kamis (10/1/2019), perusahaan yang dikendalikan negara ini memiliki cadangan minyak hingga 268,5 miliar barel. Jumlah ini meningkat 2,2 miliar barel dibanding tahun lalu.

Cadangan minyak di Arab juga dihitung dari perbatasan dengan Kuwait yang tak digunakan karena perselisihan antara dua negara.

Baca Juga: Medco E&P Kembali Ditunjuk Kelola Blok Rimau, Negara Kantongi Bonus Rp58 Miliar

Laporan ini berasal dari firma konsultan petrolium DeGolyer and MacNaughton yang ditunjuk kerajaan. Angka ini menunjukkan raksasa minyak nasional Aramco mengambil langkah menuju transparansi karena terus mempertimbangkan debut pasar saham.

Pada Rabu lalu, Menteri Energi Saudi dan Ketua Aramco Khalid Al-Falih mengatakan kerajaan mengharapkan debut perdana akan berlangsung pada 2021. Kerajaan Arab berharap, ini bisa mendongkrak valuasi publik senilai USD2 triliun dan mengumpulkan USD100 miliar untuk menjalankan rencana transformasi ekonomi Putra Mahkota Mohammed bin Salman.

Sementara itu, menurut audit cadangan gas alam Aramco mencapai 319,5 triliun kaki kubik (TCF). Naik dari sebelumnya 302,3 triliun kaki kubik (TCF) cadangan gas.

Menteri Energi Saudi pun menegaskan, hasil audit ini sangat berarti untuk valuasi Saudi Aramco. “Sertifikasi ini menggarisbawahi mengapa setiap barel yang kami produksi adalah yang paling menguntungkan di dunia, dan mengapa kami percaya Saudi Aramco adalah perusahaan yang paling berharga di dunia dan memang yang paling penting di dunia,” ujarnya dalam sebuah pernyataan.

Baca Juga: Venezuela Cegat Kapal Eksplorasi Minyak Exxon di Guyana

Di samping itu, analis kebijakan energi global, Ellen Wald mengatakan laporan ini dirancang untuk mengakhiri kontroversi yang selalu mengganggu sejak mereka mempublikasikan buku “Twilight in Desert”.

Buku yang diluncurkan pada 2005 ini mengklaim produksi Saudi sedang memuncak dan harga minyak akan segera melonjak. Angka 268,5 miliar yang dilaporkan juga membantah kekhawatiran berbagai pihak akan lesunya kejayaan migas di Arab Saudi.

“Apakah mereka memiliki 260 atau 266 miliar barel bukan masalah sebenarnya. Intinya adalah bahwa mereka memiliki DeGolyer dan MacNaughton yang merupakan sumber yang sangat dihormati melakukan audit,” katanya.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini