Share

Investasi Rp169,7 Triliun untuk Penambahan Listrik 66.565 Mw

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 10 Januari 2019 18:50 WIB
https: img.okezone.com content 2019 01 10 320 2002739 investasi-rp169-7-triliun-untuk-penambahan-listrik-66-565-mw-W0wLdMrWoV.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan investasi di tahun 2019 sebesar USD12,04 miliar atau setara Rp169,7 triliun (kurs Rp14.100 per USD). Angka ini mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya yang hanya sebesar USD11,28 miliar.

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Andy Noorsaman Sommeng mengatakan, investasi terbesar itu nantinya akan digunakan untuk beberapa proyek di ketenagalistrikan. Seperti proyek pembangunan pembangkit hingga gardu induk.

"Paling banyak pembangkit, setelah itu transmisi dan distribusi, lalu gardu induk," ujarnya dalam acara paparan kinerja di Kantor Gatrik, Jakarta, Kamis (10/1/2019).

 Baca Juga: Tarif Listrik Tidak Naik Bukan karena Politik, Ini Alasannya!

Sommeng menambahkan, dengan investasi sebesar itu, pihaknya menargetkan kapasitas terpasang pembangkit listrik di 2019 mencapai 66.565,71 megawatt (mw). Angka tersebut mengalami peningkatan sebesar 3.976 mw.

Pada tahun sebelumnya, total kapasitas terpasang juga mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya. Adapun kapasitas terpasang sampai 2018 mencapai 62.589,71 MW.

"Target (2019) kapasitas 66,5 gigawatt (GW)," ucapnya.

 Baca Juga: Terungkap Fakta, Betapa Sulitnya Aliri Listrik di NTB dan Papua

Sommeng menjelaskan, hingga 15 Desember 2018 lalu, proyek pembangkit yang sudah Commercial Operation Date (COD) alias beroperasi adalah sebesar 8%. Sedangkan yang sudah sampai tahap konstruksi adalah sebesar 52%.

"Sampai 15 Desember proyek pembangkit yang masuki COD 8%. Memang COD baru 8% tapi konstruksi 52% dan PPA sudah 32%," jelasnya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini