nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Wapres JK Ajak Pelaku Industri Keuangan Ikut Memperbaiki Defisit Transaksi Berjalan dan Perdagangan

Taufik Fajar, Jurnalis · Jum'at 11 Januari 2019 21:23 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 01 11 20 2003348 wapres-jk-ajak-pelaku-industri-keuangan-ikut-memperbaiki-defisit-transaksi-berjalan-dan-perdagangan-PK5NP8rj1K.jpg Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan 2019 (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi di Indonesia saat ini dipengaruhi dua sisi, dari dalam dan luar negeri. Dari kedua sisi tersebut tentu ada tantangan masing-masing.

"Kita lihat dari luar negeri ada perang dagang Amerika Serikat (AS) dan China, lalu di Eropa ada Brexit dan di Timur Tengah juga ada," ujar Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) pada acara Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan 2019, di Ritz Calton, Jakarta, Jumat (11/1/2019).

Dia mencontohkan, dari dalam negeri sendiri tantangannya harus meningkatkan ekspor dan investasi. Hal tersebut tentu sama seperti apa yang dilakukan oleh negara lain.

Baca Juga: 5 Strategi OJK Hadapi Ekonomi Global di 2019

"Defisit transaksi berjalan dan perdagangan harus diperbaiki, maka itu pertemuan ini sangat penting untuk saling memahami dan kolaborasi," tuturnya.

Dia menuturkan, kolaborasi itu menguntungkan semua pihak, seperti bagaiamana menjaga sistem keuangan dan perdagangan. Dan bisa melakukan sendiri sebagai indikator seperti tingkat bunga yang baik bunga dan sinergi harus dilakukan terus-menerus.

"Karena itu, akan terjadi bersamaan. Dan harus baik di bidang keuangan secara perbankan kita penuh dengan situasi sistem keuangan dan perdagangan," tuturnya.

Baca Juga: Di Hadapan Pelaku Industri Jasa Keuangan, Wapres JK: Kita Harus Optimistis di 2019

Di menambahkan, sebelum adanya krisis 97-98 itu, persaingan tidak sehat hampir dilakukan setiap hari. Maka itu pemerintah kedepan harus bisa mengambil langkah yang tepat. Sistem perdagangan dan Keuangan ini harus menyatu. Di mana ekspor dan impor harus sejalan.

"Untuk mengurangi impor maka dilakukan investasi saperti negara yang lain. Dan menaikkan ekspor perdagangan kita harus baik dan Pemerintah sudah membangun infastuktur untuk logistik nasional. Oleh karena itu pembangunan infrastruktur membutuhkan suatu dana yang besar," ungkapnya.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini