Bisnis camilan
Saat ini camilan pedas seperti lidi-lidian, makroni, basreng, dan lainnya sedang naik daun. Padahal rasanya sama dengan yang biasa Anda beli di warung. Namun kemasan yang digunakan sangat catchy, sehingga membuat siapapun tergiur untuk membelinya.
Coba datangi pasar atau rumah produksi makanan ringan tradisional. Cari beberapa camilan yang tengah menjadi favorit. Setelah membelinya dalam jumlah sesuai keinginan, Anda bisa mengemas lagi camilan tersebut menjadi lebih menarik untuk mengangkat nilai jualnya.
Sembari bisnis ini berjalan, tak ada salahnya menguji kreatifitas dengan menciptakan varian baru sendiri. Tentunya akan lebih baik pula jika Anda punya katalog online di social media agar jangkauan pemasaran kian luas.
Bisnis jasa titip jual
Punya followers yang banyak dan aktif di social media? Manfaatkan sebagai ‘lapak’ titip jual saja. Mekanismenya begini, ajak orang-orang yang mengikuti akun Anda untuk menjual barang seperti tas, jam tangan, atau sepatu.
Akan lebih baik kalau bermerek, agar masih ada nilai jualnya sekalipun sudah pernah dipakai. Setiap barang yang dijual, Anda boleh mark up hingga Rp200 ribu. Jadi semisal ada yang ingin menjual tas preloved dengan harga Rp2 juta, begitu Anda upload ke social media tinggal ditambahkan nominalnya menjadi Rp2,2 juta.
Rp200 ribu tadi adalah keuntungan untuk Anda. Sisanya, tentu untuk penjual yang menitipkan barangnya kepada Anda. Penjual tidak harus mengirimkan barang dagangannya kepada Anda, langsung kirimkan ke pembeli saja.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.