nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menengok Pembangunan Stasiun LRT Taman Mini yang Disebut Mahal

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 14 Januari 2019 16:10 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 01 14 320 2004262 menengok-pembangunan-stasiun-lrt-taman-mini-yang-disebut-mahal-93q8wZVS4B.jpg Foto: Pembangunan Stasiun LRT (Giri/Okezone)

JAKARTA - Progres pengerjaan kereta ringan alias Light Rail Transit (LRT) Jabodebek baru mencapai 56,1%. Angka tersebut masih jauh dari target operasional yang ditetapkan sebelumnya yang mana kereta ringan ini biasa beroperasi pada tahun 2019.

Meskipun begitu, PT Adhi Karya (Persero) berkomitmen untuk menyelesaikan pengerjaannya konstruksi pada tahun 2019 ini. Lantas bagaimanakah kondisi di lapangan dari pembangunan kereta ringan Jabodebek ini yang disebut-sebut mahal karena biaya pembangunannya mencapai Rp500 miliar per kilometer?

 

Okezone pun berkesempatan untuk melihat dari dekat pengerjaan kereta LRT Jabodebek. Dalam kunjungan pertama adalah melihat langsung Stasiun Cawang yang ada didekat Hotel Ibis Cawang.

Dari pantauan Okezone di lapangan, saat masih dalam pengerjaan. Namun stasiun tersebut masih belum memiliki bentuk seperti Stasiun.

 Baca Juga: Wapres JK: LRT di Luar Jakarta Tak Perlu Elevated

Setelah melihat pengerjaan Stasiun Cawang, kemudian Okezone berkesempatan untuk melihat proses pengerjaan Stasiun Taman Mini. Dari pantauan Okezone di lapangan, Stasiun Taman Mini sudah memiliki bentuk.

Stasiun Taman Mini sendiri memiliki dua tingkat, lantai pertama adalah untuk komersial dan tempat pembelian tiket. Sedangkan lantai kedua diperuntukan untuk penumpang menunggu kereta.

Progres pembangunan Stasiun Taman Mini sendiri sudah mencapai 40%. Ditargetkan Stasiun Taman Mini ini bisa rampung pada April 2019.

Pengerjaan Stasiun Taman Mini sedang dalam tahap finishing. Saat ini terlihat para pekerjaan sedang melakukan pemasangan pada atap dan pemasangan transmisi listrik untuk rel kereta.

 

Khusus rel, nantinya akan bisa menyesuaikan sesuai dengan cuaca dan tidak akan mengalami bengkok jalur seperti LRT Palembang. Sebab rel keretanya bersifat elastis dan akan bisa menuai dan menyusut sesuai dengan cuaca sekitarnya.

"Ini lagi meluruskan rel, enggak tahu berapa lama namanya juga finishing. Ini juga lagi memasang atap," ujar salah satu pekerja proyek bernama Ujang saat berbincang dengan Okezone di Stasiun LRT Taman Mini, Jakarta, Senin (14/1/2019).

 Baca Juga: Disentil Wapres JK, LRT Jabodebek Fase II Bisa Lebih Murah?

Stasiun LRT Taman Mini sendiri memiliki luas 120 x 15 Meter dan akan tersedia 4 lift, 6 eskalator dan 2 tangga. Nantinya Sraisun LRT Taman Mini diperkirakan bisa menampung sekitar 800 penumpang.

 

Seperti diketahui, pekerjaan proyek LRT Fase I sendiri ditargetkan bisa beroperasi 2021. Target tersebut molor dari rencana semula yang mana kereta ringan ini bisa beroperasi pada 2019.

Proyek LRT Jabodebek fase I sendiri memiliki panjang 44,5 kilometer dengan 18 Stasiun. Adapun nilai investasi dari proyek ini sendiri adalah sekitar Rp22,8 triliun dengan proyeksi per kilometernya adalah Rp500 miliar.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini