Deddy Suganda Widjaja, Direktur Utama Jasa Utama Capital Sekuritas yang juga sebagai penjamin emisi PT Nusantara Properti Internasional pernah bilang, usai aksi korporasi IPO dilakukan, perusahaan akan mengembangkan resort di kawasan wisata Selayar dan Pulau Rote. Asal tahu saja, Jasa Utama Capital memiliki tiga perusahaan dalam pipelinenya yang sudah IPO tahun ini. Dua di antaranya adalah perusahaan di industri properti dan perusahaan industri panganan cepat saji sosis.

Sementara Direktur Penilaian Perusahaan BEI, IGD Nyoman Yetna menuturkan, minat perusahaan untuk mencari pendanaan di pasar modal melalui penawaran umum saham di luar ekspektasi. Bahkan, bursa mengklaim jumlah perusahaan yang telah initial public offering (IPO) melampaui target sepanjang tahun 2018 kemarin. Tahun ini, bursa menargetkan jumlah IPO sebanyak 35 perusahaan. Namun jumlah perusahaan yang menyatakan minatnya mencapai 44 perusahaan.
Dia menambahkan, bursa akan terus berupaya melakukan sosialisasi kepada perusahaan-perusahaan untuk mencatatkan sahamnya di pasar modal. Karena dengan listing, keuntungan yang diperoleh perseroan akan lebih besar. Ada dua yang disasar oleh bursa, yakni anak usaha badan usaha milik negara (BUMN) dan anak usaha perusahaan atau emiten yang telah melantai di bursa.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)