nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Awasi 6.803 Produk Beredar , Ini Hasil Pengawasan Kemendag

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 17 Januari 2019 13:53 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 01 17 320 2005731 awasi-6-803-produk-beredar-ini-hasil-pengawasan-kemendag-btsXA9Gi6f.jpg Hasil Pengawasan Produk Dalam Negeri (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kementerian Perdagangan mengumumkan hasil pengawasan tertib niaga dan hasil uji petik terhadap produk-produk yang beredar selama 2018.

Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Veri Anggriani Sutiarto mengatakan, pihaknya melakukan pengawasan terhadap 6.803 produk yang beredar di Indonesia. Pengawasan yang dilakukan meliputi, pengawasan berkala, perbatasan, post border, SNI wajib, uji petik dan BDKT.

"Ini hasil sosialisasi hasil pengawasan kami selama 2018, menindaklanjuti sebagaimana yang telah disampaikan Pak Menteri beberapa waktu lalu. Tapi ini kami juga punya kewajiban menyampaikan sosialisasi kepada hasil pengawasan kepada masyarakat terhadap produk-produk yang diawasi," ujarnya saat ditemui di Auditorium Kementerian Perdagangan, Jakarta, Kamis (17/1/2019).

Baca Juga: Wapres JK Ingin Indonesia Contoh China dalam Meningkatkan Daya Saing

Veri menambahkan, pihaknya melakukan pengawasan terhadap 146 produk untuk mengetahui apakah sesuai standar SNI atau belum. Hasilnya ada 62 produk yang sesuai standar SNI, 56 produk yang tidak sesuai standar SNI dan sisanya masih dalam proses pengujian.

Sementara itu, pihaknya juga melakukan pengujian terhadap 263 produk yang wajib mencantumkan label dalam bahasa Indonesia. Hasilnya adalah 195 produk sudah sesuai dan sisanya belum mencantumkan label.

Di sisi lain, pihaknya melakukan pengawasan terhadap 226 produk yang wajib mempunyai petunjuk penggunaan dan kartu garansi (MKG) dalam bahasa Indonesia. Hasilnya, 175 produk sudah memiliki MKG, sementara sisanya masih belum sesuai dengan ketentuan.

"Produk-produk elektronik semua yang menyangkut produk elektronik kemudian menyangkut keamanan dan keselamatan. Jadi ada beberapa yang menyangkut SNI, label, petunjuk buku manual dalam bahasa Inggris. Agar ini parameter yang kami lakukan pengawasan," jelasnya.

Baca Juga: Lawan Impor, Mendag Fasilitasi Bahan Baku hingga Promosi Produk Dalam Negeri

Nantinya, lanjut Veri, bagi mereka yang sudah memenuhi syarat yakni sebanyak 408 produk akan diberikan apresiasi oleh pemerintah. Sedangkan bagi mereka yang belum memenuhi standar dan syarat yang berlaku, maka akan diberikan sanksi

Adapun rinciannya adalah 199 produk yang tidak memenuhi SNI, 13 di antaranya akan diberikan surat teguran. Sedangkan 186 sisanya akan dipanggil oleh Kemendag untuk dimintai keterangan.

"Dari hasil pengawasannya khususnya dari SNI hampir setengahnya sudah perusahaan-perusahaan telah memenuhi SNI. Jadi sudah paling tidak ada kemajuan dari tahun ke tahun," kata Veri.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini