nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pertumbuhan Ekonomi China 2018 Hanya 6,6%, Terendah dalam 28 Tahun

Rany Fauziah, Jurnalis · Senin 21 Januari 2019 11:02 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 01 21 20 2007165 pertumbuhan-ekonomi-china-2018-hanya-6-6-terendah-dalam-28-tahun-hXcAZLUO56.jpg Foto: Pertumbuhan Ekonomi China 6,6%

JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi China 2018 hanya 6,6%. Capaian ini terendah dalam 28 tahun terakhir atau sejak 1990.

Pengumuman pertumbuhan ekonomi China ini sangat diantisipasi dan dinanti banyak orang di seuruh dunia, di tengah polemik perang dagang dengan Amerika Serikat (AS). Demikian seperti dilansir CNBC, Jakarta, Senin (21/1/2019).

Pertumbuhan ekonomi China ini menurut beberapa ekonom memang akan tidak jauh dari angka 6,6% atau turun dari revisi 6,8% pada 2017.

 Baca Juga: Ekonomi China Tumbuh 6,9% di 2017

Sementara itu, pertumbuhan ekonomi China pada kuartal IV-2018 sebesar 6,4 persen. Angka ini sesuai harapan walaupaun mengalami penurunan jika dibandingkan kuartal III-2018 sebesar 6,5%.

Ada beberapa penyebab pertumbuhan ekonomi China 6,6% yang diumumkan hari ini.

Pertama, pertumbuhan industri tumbuh 5,7% pada Desember dari tahun sebelumnya, yang mengalahkan ekspektasi ekonom di level 5,3% dan meningkat dibandingkan November sebesar 5,4%.

Data penjualan ritel naik 8,2% pada Desember, sejalan prediksi. Hal ini mengalami kenaikan dibandingkan bulan November yang sebesar 8,1%.

"Apa yang kita lihat pada kuartal keempat adalah pertumbuhan ekonomi melambat, kita sebenarnya masih memiliki beberapa dukungan dari sebagian besar kuartal dari front-loading ekspor," kata Kepala Ekuitas BlackRock Helen Zhu.

 Baca Juga: China Berhasil Kuasai Ekonomi Dunia dalam Waktu Singkat

Hal ini merujuk eksportir untuk bergegas mengirimkan barang-barang mereka keluar dari China sebelum tarif baru AS disepakati.

Zhu mengatakan, meskipun dia mengharapkan beberapa dukungan dari konsumsi China dan pemotongan pajak, pertumbuhan ekonomi 2019 akan melambat tahun ini dibandingkan dengan 2018.

Meskipun angka pertumbuhan ekonomi sudah diumumkan, namun sebagai indikator kesehatan ekonomi terbesar kedua di dunia, banyak ahli telah lama menyatakan skeptis tentang kebenaran laporan China.

"Angka PDB resmi terlalu stabil dalam beberapa tahun terakhir untuk menjadi panduan yang baik untuk kinerja ekonomi China," kata ekonom senior China Capital Economics, Julian Evans-Pritchard.

"Tapi untuk apa nilainya, rincian tajuk menunjukkan bahwa aktivitas sektor jasa menguat sedikit kuartal terakhir," tambahnya.

 Baca Juga: Perang Dagang AS-China Memanas, Pertumbuhan Ekonomi Global Memburuk

Kepala BPS China mengatakan, perselisihan perdagangan negaranya dengan AS telah mempengaruhi ekonomi domestik, tetapi dampaknya dapat dikelola, menurut laporan Reuters.

Dia mengatakan, ekonomi China telah menunjukkan tren yang melambat tetapi stabil dalam dua bulan terakhir, dan bahwa itu masih didorong secara keseluruhan oleh permintaan domestik.

Bahkan sebelum meningkatnya ketegangan perdagangan dengan AS, China sudah berusaha mengelola perlambatan ekonomi.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini