nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

SMF Targetkan Pertumbuhan Bisnis 10% pada 2019

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 21 Januari 2019 19:40 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 01 21 320 2007470 smf-targetkan-pertumbuhan-bisnis-10-pada-2019-RsmtuPN4vd.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

JAKARTA - PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) menargetkan pertumbuhan bisnis perusahaan bisa mencapai 5-10% di 2019. Hal tersebut karena sudah mulai membaiknya perekonomian global maupun domestik dibandingkan 2018.

Direktur Utama Sarana Multigriya Finansial (SMF) Ananta Wiyogo mengatakan, pihaknya tidak akan terlalu agresif dalam menjalankan bisnis, miski perekonomian telah membaik. Sebab tahun ini masih menjadi sebuah tantangan di tengah ketidakpastian ekonomi global di tahun lalu.

"Kami tidak akan terlalu agresif, melihat kondisi yang penuh tantangan. Pertumbuhan sekitar 5-10%," ujarnya dalam acara paparan kinerja di Jakarta, Senin (21/1/2019).

Baca Juga: SMF Siapkan Rp2,2 Triliun untuk KPR dengan Skema FLPP

Pertumbuhan bisnis yang dimaksud adalah terdiri dari segmen revenue, sekuritisasi hingga penyaluran pinjaman Kredit Pemilkan Rumah (KPR). Untuk pertumbuhan bisnis revenue sendiri ditargetkan bisa berada di atas Rp1,3 triliun.

Sedangakan untuk segmen bisnis sekuritisasi ditargetkan bisa tumbuh dari Rp2 triliun menjadi Rp 2,2 triliun. Dan untuk penyaluran pinjmana KPR ditargetkan bisa naik hingga Rp10 triliun dari sebelumnya Rp9,6 triliun.

Adapun untuk segmen laba menjadi Rp450 miliar dari sebelumnya Rp411 miliar. Sedangkan realisasi 2018 sudah melampaui target yakni Rp 430 miliar (unaudited).

Sementara itu, Direktur Sekuritisasi dan Pembiayaan SMF Heliantopo mengatakan, cemertlangnya kinerja di tahun 2018 menjadi acuan target pereseroan di tahun ini.

Baca Juga: 3.000 PNS Lombok Bisa Ajukan KPR Pasca Bencana

SMF sendiri mencatatkan penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) pada 2018 sebesar Rp9,8 triliun atau naik 20,98% dibandingkan realisasi tahun 2017 yang sebesar Rp8,1 triliun. Kenaikan penyaluran KPR ditopang oleh penyaluran KPR di wilayah Barat Indonesia. Adapun porsinya adalah penyaluran kredit pemilkan rumah di wilayah barat Indonesia sebesar 78%.

Kenaikan penyaluran KPR itu juga diikuti oleh kesuksesan SMF dalam menekan kredit bermasalah (NPL) di posisi 0%. Dengan realisasi tersebut, perusahaan pembiayaan ini makin optimistis mencapai target KPR tahun 2019 sebesar Rp 10 triliun.

"Kenaikan pembiayaan KPR karena penyebaran hampir di seluruh wilayah di Indonesia. 78% penyaluran ke Indonesia barat, hampir 20% di Indonesia tengah dan sisanya di bagian timur walaupun porsinya kurang dari 2%,” jelasnya.

(fbn)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini