nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

SMF Terbitkan Surat Utang Sebesar Rp9 Triliun Tahun Ini

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 21 Januari 2019 18:59 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 01 21 320 2007454 smf-terbitkan-surat-utang-sebesar-rp9-triliun-tahun-ini-wqhV2DsAjk.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) berencana menerbitkan surat utang di 2019. Tak tanggung-tanggung, sekitar Rp9 triliun akan diterbitkan pada 2019.

Direktur Utama Sarana Multigriya Finansial (SMF) Ananta Wiyogo mengatakan, pihaknya optimis jika penerbitan surat utang ini bisa sesuai target. Karena menurutnya, pada 2019 ini kondisinya tidak sesulit dibandingkan 2018.

"Kami tetap yakin dengan (peringkat) AAA dan kita di BUMN di bawah Kemenkeu dan satu-satunya pembiayaan sekunder perumahan di Indonesia, kami yakin akan dapat waktu dan permintaan yang tepat untuk keluarkan surat utang," ujarnya dalam acara paparan kinerja di Jakarta, Senin (21/1/2019).

Baca Juga: SMF Siapkan Rp2,2 Triliun untuk KPR dengan Skema FLPP

Namun, lanjut Ananta, penerbitan utang bukan berupa green bond. Karena sejauh ini, pihaknya belum keinginan untuk menerbitkan green bond dalam waktu dekat.

"Green bond pernah ada wacana untuk menerbitkan green bond tapi harus ada peruntukannya. Untuk sampai saat ini kami belum ada pemikiran menerbitkan green bond atau tidak," jelasnya.

Direktur Sekuritisasi dan Pembiayaan PT SMF Heliantopo mengatakan, jika dibandingkan tahun lalu, memang penerbitan utang pada tahun ini relatif tinggi. Pada 2018, pendanaan yang berasal dari pasar modal hanya terelaisasi sebesar Rp5,5 triliun saja.

Angka tersebut sebenarnya dibawah sedikit dari target yang ditetapkan. Pada 2018 lalu, sebenanrnya SMF menargetkan bisa menerbitkan utang hingga Rp6 triliun.

Ada beberapa alasan mengapa target penerbitan surat utang itu tidak mencapai target. Yang paling utama adalah kondisi pasar modal yang bergerak fluktuatif karena ketidakpastian ekonomi global dan suku bunga.

"Rp 9 triliun kita pede makanya ada di wacana kerja kita," ucapnya.

Baca Juga: 3.000 PNS Lombok Bisa Ajukan KPR Pasca Bencana

Mengenai mekanisme penerbitannya nantinya akan dilakukan sebanyak empat kali. Untuk penerbitan yang pertama rencananya akan dilakukan pada Februari 2019.

Sementara untuk periode-periode selanjutnya akan dilakukan dan disesuaikan dengan kondisi pasar. Namun yang pasti, penerbitan surat utang tersebut akan menggunakan instrumen obligasi dan juga surat utang jangka menengah (medium term Moyes/MTN)

"Yang pertama nanti akan diterbitkan pada Februari 2019, jumlahnya nantilah. Jumlahnya akan sangat tergantung kondisi pasar dan juga nanti peruntukannya," jelasnya.

(fbn)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini