nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

SMF Siapkan Rp2,2 Triliun untuk KPR dengan Skema FLPP

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 21 Januari 2019 17:17 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 01 21 470 2007383 smf-siapkan-rp2-2-triliun-untuk-kpr-dengan-skema-flpp-1b0XxCr7m3.jpeg Foto Rumah: Ilustrasi Shutterstock

JAKARTA - PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF, akan tetap fokus pada pembiayaan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) lewat skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) di 2019. Adapun porsinya masih sama dengan tahun lalu yakni 75% dibiayai pemerintah dan 25% sisanya adalah SMF.

Direktur Utama PT SMF Ananta Wiyogo mengatakan, untuk penyaluran pembiayaan lewat FLPP sendiri pihaknya menyiapkan uang kurang lebih sekitar Rp2,1-Rp2,2 triliun. Sementara Rp7,1 triliun sisanya akan dibiayai oleh pemerintah lewat Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Adapun mengenai mekanisme penyalurannya nantinya SMF akan menyerahkan uang tersebut kepada Perbankan. Nantinya perbankan akan meneruskan kepada nasabah yang ingin mendapatkan FLPP.

Baca Juga: 3.000 PNS Lombok Bisa Ajukan KPR Pasca Bencana

Seperti diketahui ada sekitar 25 perbankan yang sudah berkomitmen untuk menyalurkan FLPP di 2019. 25 Perbankan tersebut terdiri dari Bank BUMN , swasta nasional hingga Bank Pembangunan Daerah (BPD).

"Target 2019 pihak PPDPP itu membiayai 75% menyediakan kurang lebih Rp7,1 triliun, jadi 25% SMF kurang lebih Rp2,1 sampai Rp2,2 triliun harus kami sediakan untuk 2018," ujarnya dalam acara paparan kinerja di Seribu Rasa Resto, Jakarta, Senin (21/1/2019).

Adapun secara unit pemerintah melalui Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) menargetkan sekitar 68.000 unit. Namun dengan adanya pembiayaan yang diberikan oleh SMF, diharapkan jumlah unit yang dibiayai lewat skema FLPP bisa terserap habis bahkan diharapkan bisa meningkat hingga 72.000 unit.

rumah

"Target 2019 sesuai dengan kesepakatan 68.000 unit. Dan itu sudah kami sediakan harapannya kami FLPP 68 ribu bisa terserap habis selama 2019," ucapnya.

Ananta menambahkan, lewat program penyaluran FLPP ini diharapkan bisa mengurangi beban fiskal pemerintah. Karena sebelumnya SMF hanya menyalurkan 10% saja FLPP kepada perbankan sebelum akhirnya dinaikkan pada Agustus 2018 menjadi 25%

"Ada beberapa tugas strategis yang dilaksanakan strategis untuk menurunkan beban pemerintah. Penyediaan dana porsi bank disediakan SMF dengan suku bunga fix rate tidak berubah," jelasnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini