IMF: Pertumbuhan Ekonomi Global Tahun Ini Lebih Rendah

Selasa 22 Januari 2019 08:18 WIB
https: img.okezone.com content 2019 01 22 20 2007631 imf-pertumbuhan-ekonomi-global-tahun-ini-lebih-rendah-3Xqjp9XBy1.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

DAVOS - Dana Moneter Internasional (IMF) mengatakan, ekspansi global telah melemah dan bahwa ekonomi dunia diperkirakan akan tumbuh 3,5% pada 2019, dan 3,6% pada 2020.

Mengungkap Prospek Ekonomi Dunia (World Economic Outlook) yang direvisi menjelang pertemuan tahunan Forum Ekonomi Dunia di Davos-Klosters, IMF mengatakan pertumbuhan dinilai pada 0,2 persentase poin lebih rendah untuk tahun ini dan 0,1 persentase poin lebih rendah untuk tahun depan, dibandingkan dengan proyeksi Oktober lalu.

"Setelah dua tahun mencatat ekspansi solid, ekonomi dunia tumbuh lebih lambat dari yang diharapkan, dan risiko-risiko meningkat," kata Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde pada konferensi pers di Davos seperti dikutip Antara News, Jakarta, Selasa (22/1/2019).

 Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi Global Diramal Tetap 3% pada 2019-2020

Dia memperingatkan sekalipun ekonomi terus bergerak maju, ekononomi menghadapi risiko-risiko yang cukup besar, beberapa di antaranya terkait dengan kebijakan.

Menurutnya, risiko-risiko semakin terkait dengan tarif lebih tinggi yang mempengaruhi masa depan perdagangan global bersama dengan harga aset yang lebih rendah dan volatilitas pasar yang lebih tinggi dalam pengetatan kondisi keuangan di dunia beban utang yang tinggi. Namun, kondisi-kondisi itu tidak berarti dunia menghadapi resesi, kata Lagarde, tetapi hanya perlambatan.

 Baca Juga: Bank Dunia Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Global Melambat di 2019

Lagarde berkata, lomunitas internasional harus bersatu untuk membangun masa depan yang lebih cerah untuk semua.

"Di semua negara, langkah-langkah untuk meningkatkan potensi pertumbuhan output, meningkatkan inklusivitas, serta memperkuat penyangga fiskal dan keuangan di lingkungan yang memiliki beban utang tinggi dan kondisi keuangan yang lebih ketat adalah keharusan," kata IMF.

(dni)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini