nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Wijaya Karya Pede Capai Laba Rp3,01 Triliun

Koran SINDO, Jurnalis · Selasa 22 Januari 2019 11:54 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 01 22 278 2007715 wijaya-karya-pede-capai-laba-rp3-01-triliun-7Z00GYvHHH.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTA – PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) menargetkan perolehan laba sebesar Rp3,01 triliun pada 2019. Target tersebut ditopang oleh penjualan yang diproyeksikan akan mencapai Rp42,13 triliun hingga akhir 2019.

Optimisme WIKA pada tahun 2019 juga tercermin dari kontrak baru yang ditargetkan tumbuh 32% men jadi Rp66,74 triliun di bandingkan tahun 2018 sebesar Rp50,65 triliun.

Direktur Utama Wijaya Karya Tumiyana mengatakan, untuk mencapai target itu, perseroan telah menyiapkan strategi yang terintegrasi. Bisnis WIKA pada sektor infrastruktur dan bangunan yang telah sustain akan mendukung pertumbuhan pada sektor energi dan industrial plant, industri, serta properti tahun 2019.

 Baca Juga: Wijaya Karya Terbitkan Perpetual Bond Rp2 Triliun dengan Bunga 10,5%

Optimisme itu sejalan dengan rencana WIKA untuk berinvestasi lebih agresif dilini bisnis energi, properti, dan infrastruktur.

“Dengan demikian, kontrak baru akan datang dari proyek-proyek investasi kita. Selain itu, investasi di sektor tersebut akan mengenerate recurring income dan memperbesar rasio laba WIKA,” kata Tumiyana dalam keterangan rilisnya di Jakarta, kemarin.

Tumiyana mengakui masuknya WIKA pada investasi sektor-sektor tersebut di atas di pertimbangkan setelah melihat peluang besar di masa mendatang.

Pada sektor properti, WIKA melalui entitas anak PT WIKA Realty, kini tengah aktif membangun kawasan hunian di lokasi strategis yang berada di Pulau Jawa dan Bali.

 Baca Juga: Realisasi Kontrak Baru Wijaya Karya Capai 55,58%

WIKA Realty juga menjadi pemain penting pengembangan Transit Oriented Development (TOD) di jalur strategis Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB).

Pada saat bersamaan, WIKA juga akan mengembangkan portofolionya di sektor energi dengan meningkatkan ke pemilikan saham pada pembangkit-pembangkit listrik di Indonesia. Dari sektor industri, WIKA saat ini sedang mendorong produksi massal motor listrik GESITS yang direncanakan akan dimulai pada 2019.

Proses produksi ini akan dilaksanakan PT Wijaya Karya Rekayasa Konstruksi dengan target 60.000 unit. Pada saat yang sama tahun lalu, WIKA juga mencatatkan kontrak baru proyek besar di antaranya Terminal Kijing Mempawah, Logement 4.400 unit di Aljazair, Flyover Teluk Lamong, Pelabuhan Patimban, Bendungan Sadawarna, hingga Bendungan Randu Gunting. (Heru Febrianto)

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini