Gaji Pekerja TI di Asia Lebih Besar, Ini Buktinya!

Ade Rachma Unzilla , Jurnalis · Kamis 24 Januari 2019 06:04 WIB
https: img.okezone.com content 2019 01 23 320 2008323 gaji-pekerja-ti-di-asia-lebih-besar-ini-buktinya-KRR6PSUpRJ.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTA - Pekerja di sektor teknologi informasi (IT) di Asia diramalkan akan mendapatkan masa depan yang menguntungkan. Pasalnya, gaji pekerja TI di wilayah ini akan meningkat.

Perusahaan manajemen perangkat lunak yang berbasis di Puppet, Amerika Serikat (AS) mensurvei 3.000 profesional TI secara global. Dalam laporannya, mereka menemukan bahwa gaji TI di Asia Pasifik melampaui Eropa pada 2018.

Praktisi dan manajer TI di Asia memperoleh gaji rata-rata USD75.000 hingga USD100.000 tahun lalu dibandingkan dengan gaji pekerja TI di Eropa rata-rata USD50.000 hingga USD75.000.

 Baca Juga: 3 Alasan Milenial Pilih Resign, dari Gaji hingga Ribetnya Birokrasi Kantor

Pergeseran ini dipimpin oleh kenaikan gaji di Singapura dan Jepang. Sebagai negara maju, mereka telah menggandakan daya saing TI mereka di panggung global dengan meningkatkan insentif karyawan.

Pada tahun lalu di Jepang, kurang dari 9% profesional TI berpenghasilan di bawah USD50.000. Di Singapura, angka itu mencapai 27%. Kedua negara ini pun mencerminkan tren regional yang lebih luas.

Pada 2017, setengah dari responden di Asia melaporkan berpenghasilan kurang dari USD25.000, sedangkan pada 2018 angka itu mendekati 20%. Di skala lain, hanya 10% yang melaporkan gajinya lebih dari USD100.000 pada 2017 dibandingkan dengan 2018 yang mencapai 30%.

 Baca Juga: Daftar Gaji Karyawan 2018 dari yang Paling Kecil hingga Terbesar

Sementara Asia menunjukkan kemajuan yang kuat tahun lalu, AS terus mendominasi dalam hal menghasilkan potensi bagi para profesional TI.

Kisaran gaji paling umum di AS adalah USD100.000 - USD125.000. Angka ini menjadi yang tertinggi di kawasan manapun. Bahkan, hampir seperlima atau 19% responden AS melaporkan penghasilan mereka mencapai USD150.000 hingga USD250.000 tahun lalu.

Di tempat lain, kesenjangan pendapatan antara pria dan wanita di posisi senior menunjukkan tanda-tanda penyempitan. Pada 2018, 41% wanita dalam peran manajemen TI memperoleh lebih dari USD100.000 dibandingkan dengan 46% pria.

Namun, dalam laporan tersebut dijelaskan bahwa jumlah responden laki-laki tentu saja melebihi perempuan, dan tidak memberikan indikasi proporsi laki-laki dan perempuan dalam peran manajemen.

Laporan ini juga memecah pendapatan menurut sektor dan menemukan sektor ritel menjadi yang paling menguntungkan bagi para profesional TI.

Hampir 47% dari mereka yang disurvei di sektor ritel melaporkan penghasilannya pun lebih dari USD100.000 per tahun. Sektor pembayaran top lainnya termasuk perawatan kesehatan dan farmasi, pemerintah dan jasa keuangan.

Wakil Presiden Puppet dan Direktur Pelakasana untuk Asia Pasifik Darryl McKinnon mengatakan, laporan ini mengindikasikan bahwa organisasi melihat kebutuhan yang meningkat untuk mengkompensasi bakat secara tepat jika mereka ingin tetap kompetitif.

“Organisasi sedang mengubah cara mereka mendekati dan memberikan layanan TI, mendorong kebutuhan untuk berinvestasi dalam membawa campuran talenta yang tepat,” kata McKinnon dalam sebuah pernyataan.

“Mereka mencari bakat yang tidak hanya mahir dalam menavigasi lanskap teknologi tetapi juga mampu berinovasi dan meningkatkan proses pengiriman perangkat lunak,” lanjutnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini