nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Khawatir Permintaan Menurun, Harga Minyak Merosot

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Kamis 24 Januari 2019 07:50 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 01 24 320 2008653 khawatir-permintaan-menurun-harga-minyak-merosot-TeWJoZj8ft.jpg Foto: Reuters

NEW YORK - Harga minyak terus menurun pada penutupan perdagangan Rabu waktu setempat imbas perlambatan ekonomi global yang akan mengganggu permintaan bahan bakar.

Minyak mentah AS, West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Maret turun 39 sen AS menjadi menetap pada USD52,57 per barel di New York Mercantile Exchange.

Sementara minyak mentah Brent untuk pengiriman Maret turun 36 sen AS menjadi ditutup pada USD61,14 per barel di London ICE Futures Exchange. Demikian seperti dilansir Xinhua, Kamis (24/1/2019).

 Baca Juga: Perlambatan Ekonomi Global Bikin Harga Minyak Jatuh

Pada awal perdagangan, harga minyak mendapat beberapa dukungan dari penurunan persediaan minyak mentah AS pekan lalu dan laporan Badan Informasi Energi (EIA) AS terbaru yang mengindikasikan perlambatan pertumbuhan produksi minyak serpih AS di tahun-tahun mendatang.

EIA memperkirakan produksi minyak serpih akan naik ke rekor tertinggi pada Februari, menambahkan bahwa dalam jangka panjang pertumbuhan produksinya akan melambat.

Namun, prospek pasokan yang lebih rendah diimbangi oleh kekhawatiran yang semakin mendalam atas melemahnya permintaan bahan bakar, yang disebabkan oleh tanda-tanda jelas perlambatan ekonomi global.

Seperti yang diketahui, Dana Moneter Internasional (IMF) memproyeksikan pertumbuhan global sebesar 3,5% pada 2019 dan 3,6% pada 2020, masing-masing turun 0,2% dan 0,1%.

 Baca Juga: Wamen Arcandra: Masalah Harga Minyak Tidak Hanya Supply dan Demand

Para pedagang juga melihat kemungkinan sanksi Amerika Serikat terhadap sektor minyak Venezuela, yang akan menyebabkan pasar lebih ketat.

Presiden AS Donald Trump mengatakan, Amerika Serikat telah mengakui pemimpin oposisi Venezuela Juan Guaido sebagai presiden sementara negara itu, sebuah langkah yang muncul setelah Nicolas Maduro dilantik sebagai presiden negara Amerika Latin awal bulan ini.

Trump menambahkan bahwa Amerika Serikat akan terus menggunakan kekuatan ekonomi dan diplomatik untuk mendesak pemulihan demokrasi Venezuela.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini