Laporan Surveyor Dihilangkan Strategi Jangka Pendek Dongkrak Ekspor

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Jum'at 25 Januari 2019 15:49 WIB
https: img.okezone.com content 2019 01 25 320 2009374 laporan-surveyor-dihilangkan-strategi-jangka-pendek-dongkrak-ekspor-QiY1apAUo2.jpg Ilustrasi: Foto Okezone

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menyatakan, kebijakan pembebasan syarat Laporan Surveyor (LS) bagi eksportir merupakan strategi jangka pendek pemerintah untuk mendongkrak kinerja ekspor.

Pemerintah memang tengah fokus menggenjot laju ekspor, sebab laju impor tumbuh lebih pesat. Kondisi neraca perdagangan yang defisit ini memperburuk ekonomi domestik ditengah kondisi gejolak ekonomi global.

Sekadar diketahui, sepanjang 2018, neraca perdagangan defisit senilai USD8,57 miliar, menjadi yang terdalam sejak tahun 1975. Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia Januari–Desember 2018 mencapai USD180,06 miliar atau tumbuh 6,65% secara tahunan (yoy), sedangkan impor tumbuh melesat 20,15% yoy dengan nilai USD188,63 miliar.

 Baca Juga: Ekspor Komoditas Dipermudah, Laporan Surveyor Dihilangkan

Sepanjang tahun lalu perbaikan ekonomi Amerika Serikat (AS) membuat terjadinya arus modal asing keluar dari Tanah Air (capital outflow), disisi lain neraca perdagangan Indonesia masih berkinerja buruk. Kondisi ini membuat ketersedian valuta asing (valas) didalam negeri tak mencukupi kebutuhannya.

Oleh sebab itu, pembebasan syarat LS menjadi salah satu upaya pemerintah mempercepat pertumbuhan ekspor. Sehingga diharapkan, bisa menambah jumlah devisa di Tanah Air yang berasal dari ekspor.

"Jadi upaya jangka sangat pendeknya, kita me-review ada tidak prosedur yang selama ini mungkin enggak kita perhatikan tapi mulai diciptakan oleh birokrasi dan kemudian membebani, memperlambat (ekspor), misalnya seperti LS," kata Darmin di kantornya, Jumat (25/1/2019).

Dia menjelaskan, syarat LS selama ini membebankan eksportir, sebab prosesnya memakan waktu lama dan menambah biaya. Hal ini dinilai menghambat laju ekspor.

"Dan tak semua negara tujuan ekspor memberlakukan mewajibkan syarat LS, jadi kenapa (di dalam negeri) mesti disuruh. Ya sudah, enggak usah ada saja," katanya.

 Baca Juga: Pemerintah Akan Bebaskan Syarat Ekspor Sawit hingga Batu Bara

Sebelumnya, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menyatakan, rencana pembebasan syarat LS akan diberlakukan pada sejumlah komoditas, di antara minyak sawit, batu bara, intan kasar, timah, dan kayu.

Pihaknya pun akan segera melakukan revisi pada Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) yang mengatur soal persyaratan LS.

"(Ketentuan syarat LS) enggak usah, yang bisa dihilangkan ya dihilangkan. Jadi ini suatu bentuk kemudahan (ekspor)," kata dia di Kantor Kemenko Bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis 24 Januari 2019.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini