Share

Jumlah Bank Kecil di RI Terlalu Banyak, Perbanas: Harus Dikurangi

Taufik Fajar, Okezone · Senin 28 Januari 2019 20:50 WIB
https: img.okezone.com content 2019 01 28 320 2010591 jumlah-bank-kecil-di-ri-terlalu-banyak-perbanas-harus-dikurangi-dSI6rESoiL.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTA - Ketua Perhimpunan Bank-Bank Nasional (Perbanas) Kartika Wirjoatmodjo menyambut baik,wacana Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait aturan kepemilikan tunggal atau Single Presence Policy (SPP) Perbankan di Indonesia. Di mana OJK akan mengkaji ulang terkait bank-bank kecil berkonsolidasi dengan bank besar.

"Kita lihat, jumlah bank kecil yang terlalu banyak di Indonesia, sebaiknya berkonsolidasi dengan bank besar untuk menjaga bisnisnya tetap berjalan. Jumlahnya maksimal 50-70 bank. Jadi perlu ada konsolidasi," ujarnya di Plaza Mandiri Jakarta, Senin (28/1/2019)

 Baca Juga: Jumlah Bank Berdampak Sistemik 'Bengkak' Jadi 15 Bank

Dia menjelaskan, adanya wacana regulator tersebut untuk mengatur ulang aturan kepemilikan tunggal ini. Di mana ada kemungkinan pemegang saham pengendali di bank besar bisa memiliki lebih dari satu bank.

"Oleh karena itu, Kelompok bank BUKU IV (modal inti diatas Rp30 triliun) dapat mengambil alih bank kecil (bank BUKU I dan II)," tuturnya.

Dia menuturkan, persaingan dana pihak ketiga (DPK) yang tidak seimbang antara bank kecil dengan bank besar telah memicu kesulitan likuiditas di bank-bank kecil. "Kita berharap aturan kepemilikan tunggal ini menjadi solusi agar bank-bank kecil tetap tumbuh bisnisnya," katanya.

 Baca Juga: Sri Mulyani Tak Ingin Perbankan Punah seperti Dinosaurus

Dia menambahkan, aturan kepemilikan tunggal yang tengah dikaji OJK ini salah satu solusi untuk mengurangi jumlah bank yang terlalu banyak di Indonesia. Pasalnya beberapa bank besar, sedang melakukan akuisisi terhadap bank kecil di Indonesia.

"Wacana ini mempercepat menurunkan jumlah bank-bank di Indonesia. Dan memotivasi bank-bank yang mempunyai skala dan modal cukup besar mungkin tidak harus merger," katanya.

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini