Share

Perbanas Minta Jumlah Bank Dikurangi, OJK: Tak Bisa Dipaksakan

Selasa 29 Januari 2019 20:15 WIB
https: img.okezone.com content 2019 01 29 320 2011084 perbanas-minta-jumlah-bank-dikurangi-ojk-tak-bisa-dipaksakan-qPVjYk1QXP.jpg Ilustrasi: Foto Antara

JAKARTA - Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) meminta jumlah bank di Indonesia diturunkan. Langkah tersebut dinilai perlu untuk mengurangi persaingan dana nasabah antarbank yang tidak seimbang.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso mengatakan, jumlah bank yang ada di Indonesia memang harus mengikuti kondisi pasar. Karena itu, penambahan atau penurunan tidak melulu bergantung dengan jumlah bank.

"Minta kan boleh, tapi kan harus market base, tidak bisa dipaksakan. Sesuatu kalau dipaksakan tidak bisa, harus market base prosesnya," kata Wimboh di Gedung Djuanda Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (29/1/2019).

 Baca Juga: Sri Mulyani Tak Ingin Perbankan Punah seperti Dinosaurus

Wimboh menambahkan, saat ini pihaknya masih memantau kebutuhan pasar terkait jumlah bank. Ia juga menjelaskan, hanya bank dalam kondisi sehat saja yang nantinya akan dipertahankan. Sementara, bank yang sedang dalam keadaan tidak sehat ia menyarankan untuk mencari mitra.

"Jangan berdebat jumlah, kan menjadi debat kusir. Kita ikuti saja market base yang ada, kalau memang layak hidup ya hidup, kalau sakit ya cari partner,” ujar Wimboh.

Ketua Umum Perbanas sekaligus Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo sebelumnya menyambut baik upaya OJK untuk mengurangi jumlah bank di Indonesia, melalui revisi peraturan single presence policy (SPP).

Nantinya, pemegang saham pengendali nantinya boleh mengendalikan lebih dari satu bank untuk dimerger. Menurut dia, banyaknya jumlah bank membuat persaingan memperebutkan dana sangat ketat.

"Kalau kita lihat dari persaingan likuiditas, Indonesia ini memang harus lebih cepat menurunkan jumlah bank," ujar pria yang akrab disapa Tiko itu di Plaza Mandiri, Jakarta, Senin (28/1/2019).

 Baca Juga: Jumlah Bank Kecil di RI Terlalu Banyak, Perbanas: Harus Dikurangi

Dia menjelaskan, persaingan untuk memperebutkan dana pihak ketiga (DPK) terjadi hampir di seluruh kelas, baik bank BUKU I, II, III, dan IV. Akibatnya, perang suku bunga menjadi tak terhindarkan. "Idealnya menurut kami, bank di kisaran 50-70 bank," ujar Tiko.

Dia mengatakan, rencana OJK tersebut juga bisa mempercepat proses konsolidasi karena investor yang hendak mengakuisisi bank bisa segera mengeksekusi langsung tanpa harus melakukan merger dalam waktu dekat.

"Itu mungkin bisa memotivasi bank-bank yang punya skala besar, punya modal cukup untuk melakukan akuisisi tapi mungkin tidak harus langsung di merger. Kami melihatnya positif," ujar dia. (iNews.id)

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini