nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Disebut Bangkrut, Garuda Incar Laba Rp1 Triliun pada 2019

Rikhza Hasan, Jurnalis · Selasa 29 Januari 2019 10:49 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 01 29 320 2010737 disebut-bangkrut-garuda-incar-laba-rp1-triliun-pada-2019-dMo7exQJlB.jpg Garuda Indonesia (Foto: Infokoms)

JAKARTA - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) menepis kabar kebangkrutannya. Kabar tersebut dilontarkan oleh Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto.

"Kita lihat BUMN kebanggaan kita, satu-satu hancur, bangkrut," ucap Prabowo belum lama ini.

Bahkan, ia mengajak rakyat untuk mengonfirmasi langsung pernyataannya ke pilot-pilot maskapai yang dimiliki negara, Pertamina, PLN, ataupun BUMN lainnya.

"Tanya saja Garuda pilot-pilot, tanya Pertamina, PLN, tanya pabrik milik negara," kata Prabowo.

Baca Juga: Disebut Bangkrut, Krakatau Steel Justru Ekspansi Bisnis

Namun, perusahaan dengan kode emiten GIAA tersebut mengklaim, mencatatkan kinerja keuangan sepanjang 2018 merupakan kinerja yang baik.

Melansir dari instagram Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa (29/1/2019), Garuda membuat terobosan inovatif dalam peningkatan layanan. Salah satunya dan juga terbaru, yaitu Garuda kini menghadirkan jaringan wifi bagi para penumpangnya. Garuda juga menargetkan laba atau profit sebesar Rp1 triliun di 2019.

Direktur Utama (Dirut) Garuda Indonesia I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra pun memberikan penjelasan terkait pernyataan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto.

"Garuda bangkrut? Sebagai CEO Garuda, kalau bangkrut saya tak di sini ya. Kalau challenging yes, Garuda terbuka, keterbukaan itu harus dibuka. Garuda listed company setiap tiga bulan, kita cantumkan kerugian berapa, dari tahun 2017 USD237 juta atau Rp3,6 triliun. Untuk per September 2018 itu masih rugi USD142 juta atau Rp2 sekian triliun. Kita akan lihat akhir Februari atau Maret membuka lagi," ujarnya Penang Bistro, Jakarta, Selasa (15/1/2019).

Baca Juga: Dituding Bangkrut, Ini Penjelasan Pertamina

Dia menjelaskan, menjadi listed company Garuda menjadi perusahaan terbuka tidak ada yang ditutup-tutupi. "Jadi struktur post setiap kalau public expose kita sampaikan," ungkapnya.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini