KNKS Ingin Keuangan Syariah Indonesia Geser Malaysia

Koran SINDO, Jurnalis · Rabu 30 Januari 2019 10:50 WIB
https: img.okezone.com content 2019 01 30 320 2011258 knks-ingin-keuangan-syariah-indonesia-geser-malaysia-oArFkUlAYD.jpg Industri Keuangan Syariah (Foto: Reuters)

JAKARTA - Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) sudah bekerja selama tiga minggu sejak dilantik pada 3 Januari lalu. KNKS pun menentukan beberapa target yang akan dilakukan, salah satunya ingin industri keuangan dan ekonomi syariah Indonesia bisa berkembang dan mengalahkan Malaysia.

”KNKS menyadari daya serap dan kapasitas keuangan syariah belum besar, juga jenis- jenis produknya, dan instrumen keuangannya masih bervariasi dan belum mendalam, sehingga perlu ada diversifikasi serta pendalaman jenis- jenis produknya,” kata Direktur Hukum, Promosi, dan Hubungan Eksternal KNKS Taufik Hidayat di ruang kerjanya di Jakarta kemarin. Menurut Taufik, KNKS memandang perbankan syariah perlu diperbesar perannya.

Baca Juga: Halal dan Untung, Ini 5 Jenis Investasi Syariah

Di sisi lain, KNKS memahami bahwa untuk memperbesar perbankan syariah memerlukan modal yang besar. Artinya, semakin besar suatu bank, maka kapasitas penyerapannya juga semakin besar. Sementara dana yang beredar di masyarakat saat ini masih banyak diserap di perbankan konvensional. ”KNKS juga menginginkan perbankan syariah Indonesia bisa menarik dana-dana dari luar atau menjadi global hub yang selama ini relatif dikuasai Malaysia. Padahal, Indonesia mempunyai potensi besar untuk mengembangkan sektor keuangan dan ekonomi syariah dengan modal penduduk besar, wilayah besar, dan ekonomi juga besar,” kata Taufik.

grafik

Taufik menyayangkan, Indonesia yang merupakan negara dengan mayoritas penduduk beragama Islam, tapi perkembangan ekonomi syariahnya kalah dibanding Malaysia. Untuk itu, KNKS ingin mengedukasi masyarakat bahwa ekonomi syariah bersifat inklusif dan bukan eksklusif hanya untuk penduduk beragama Islam. ”Siapa pun bisa memanfaatkan keuangan syariah. KNKS akan mengembangkan image bahwa industri keuangan syariah harus kompetitif bersaing dengan industri keuangan konvensional. Jadi, meskipun dengan menerapkan syariat-syariat Islam, tetap bisa kompetitif. Meski diakui saat ini industri keuangan syariah belum bisa kompetitif dengan industri keuangan konvensional,” kata dia.

Taufik mengatakan, KNKS sedang memikirkan bagaimana cara agar bisa mendapatkan dana dari luar. Namun, saat ini belum ada bank investasi syariah. ”Bank investasi syariah ini nantinya bisa mengeluarkan saham, mengeluarkan sukuk, obligasi, dan right issue,” ujar dia.

(Nuriwan/Yanto Kusdiantono)

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini