Warga Takut Tak Bisa Bayar Listrik, Begini Jawaban Presiden Jokowi

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 30 Januari 2019 19:50 WIB
https: img.okezone.com content 2019 01 30 320 2011588 warga-takut-tak-bisa-bayar-listrik-begini-jawaban-presiden-jokowi-cLIq4rSLqf.jpg Presiden Jokowi Cek Sambungan Listrik Gratis di Bekasi (Foto: BUMN)

BEKASI - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau beberapa rumah yang menggunakan penyambungan listrik gratis di Muara Gembong, Bekasi. Turut mendampingi Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuldjono hingga Direktur Utama PT PLN (Persero) Sofyan Basir.

Dalam tinjauannya, Presiden Joko Widodo sempat berbincang-bincang dengan warga yang rumahnya dipasang sambungan listrik gratis. Dalam bincang-bincang tersebut ada satu orang warga yang berniat ingin mengembalikan sertifikat pemasangan tersebut kepada Presiden Jokowi.

Alasannya adalah karena dirinya khawatir tidak bisa membayar iuran listrik tersebut. Pasalnya, dirinya hanya bekerja sebagai seorang petani tambak yang mana penghasilannya tidak menentu.

"Saya takut enggak sanggup bayar pak ? Karena pekerjaan saya buruh tambak yang kerjaannya enggak tentu," ujar salah seorang warga Muara Gembong di Bekasi Jawa Barat, Rabu (30/1/2019).

Baca Juga: Presiden Jokowi: Masih Banyak Masyarakat Belum Menikmati Listrik

Menanggapi keluhan tersebut, Presiden Joko Widodo menjawabnya dengan bijak. Menurutnya, sambungan tarif listrik ini tidak akan memberatkan sebab pembayarannya bisa dengan Rp10.000 saja per rumah karena kurang dengan rumah lainnya.

Dirinya pun percaya jika warga tersebut bisa membayar uang iuran. Lagi pula lanjutnya sudah menjadi hak warga juga untuk menikmati sambungan listrik.

"Kalau listrik ini enggak memberatkan. Karena sistemnya sama seperti membeli token. Bayarnya bisa Rp10.000 sampai Rp30.000," jelas Jokowi.

Sementara itu, Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan, sinergi BUMN telah melakukan penyambungan listrik gratis sebanyak 309 rumah untuk keluarga yang tidak mampu di Muara Gembong Kabupaten Bekasi. Saat ini rasio elektrifikasi Kabupaten Bekasi sudah mencapai hampir 100%.

Hanya saja, PLN mencatat masih ada 11.000 kepala keluarga yang memperoleh listrik dari rumah tetangga (nyantol/levering) lantaran mereka tidak mampu menanggung biaya penyambungan dan instalasi listrik sebesar Rp 1 juta.

“Kenyataannya memang masih ada warga yang berlistrik tapi itu diambil dari rumah yang sudah berlistrik (levering)," kata Rini.

Baca Juga: Fakta Jokowi Sambungkan Listrik Gratis

Oleh karena itu lanjut Rini, program ini merupakan program nasional di seluruh Indonesia yang bertujuan untuk menyediakan listrik bagi mereka yang tidak mampu membayar.

Di wilayah Jawa Barat sendiri tercatat sudah tersambung 105.000 rumah, dari target 235.000 ribu rumah. Secara nasional sebanyak 1.2 juta kepala keluarga akan memperoleh sambungan listrik gratis secara bertahap.

"Dengan bantuan sambungan listrik melalui Sinergi BUMN kepada masyarakat, warga sepenuhnya akan menikmati listrik langsung dari PLN. Ini tentunya sangat membantu masyarakat untuk mendapatkan akses listrik yang lebih murah, dan bisa lebih menopang kegiatan ekonomi rumah tangganya," jelasnya.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini