Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Masuki Babak Baru

Koran SINDO, Jurnalis · Jum'at 01 Februari 2019 10:35 WIB
https: img.okezone.com content 2019 02 01 320 2012296 proyek-kereta-cepat-jakarta-bandung-masuki-babak-baru-lDi21WIEZs.jpg Kereta Cepat (Foto: Reuters)

JAKARTA – Pembangunan konstruksi proyek kereta cepat Jakarta-Bandung memasuki babak baru. PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) selaku pengelola kereta cepat Bandung-Jakarta, baru saja mendatangkan tunnel boring machine (TBM) atau alat bor raksasa dari China.

Alat yang dikirim dari Zhang - huabang Wharf, Shanghai, China dengan kapal “Phoenix Pine” melalui Tanjung Priok itu, kini telah berada di lokasi tunnel #1 Halim Km 3+600, Jakarta. Selanjutnya, alat tersebut akan dioperasikan Maret mendatang untuk membuat dua jalur terowongan kereta cepat. “Kita patut berbangga, TBM ini adalah yang terbesar yang pernah ada di Indonesia. Saya yakin progres pembangunan yang ditargetkan 60% dapat tercapai. Kami berterima kasih kepada segenap pihak yang telah membantu kelancaran kedatangan TBM kereta cepat Jakarta - Bandung,” ujar Direktur Utama PT KCIC Chandra Dwi Putra dalam keterangan ter tulisnya kemarin.

Baca Juga: Malaysia Negosiasikan Proyek Kereta China Senilai USD20 Miliar

Alat bor raksasa TBM akan beroperasi dengan metode shield tunneling di daerah Halim dengan target pengerjaan terowongan sepanjang 1.885 meter. Titik ini merupakan satu dari 22 titik penting pengerjaan konstruk si kereta cepat Bandung- Jakarta yang menelan investasi total sekitar USD6,07 miliar itu. Metode shield tunneling digunakan karena daerah ini merupakan titik kritis yang bertepatan dengan jalan tol Cikampek dan overpass jalan arteri Jatiwaringin. Kawasan ini merupakan titik terpadat mobilisasi warga Jakarta ke daerah Bekasi dan Bandung.

Chandra mengakui, pengoperasian alat bor berbobot 3.649 ton dengan diameter 13,19 m dan panjang mencapai 105 meter ini, diyakini tidak akan menghambat lalu lintas tol Jakarta-Cikampek karena tingkat keamanan metode pengerjaan shield tunneling jauh lebih tinggi dibandingkan dengan metode drill, blasting, atau metode lainnya. Metode ini bekerja seperti cacing bawah tanah yang pengerjaannya dilakukan tanpa mengganggu aktivitas yang ada di atasnya. Selain itu, TBM juga di gunakan pada titik ini karena sesuai dengan aturan Kawasan Keselamatan Operasional Penerbangan (KKOP) Bandara Halim Perdanakusuma yang mengatur ketinggian bangunan dan kemungkinan mengganggu operasional penerbangan.

bor

Pengeboran 24 Jam Tanpa Henti

Sebelum digunakan, alat bor raksasa TBM memerlukan waktu perakitan selama 45 hari, dengan target pengoperasian pada Maret 2019. Saat operasional nanti, bor raksasa ini akan bekerja secara signifikan dengan pengeboran selama 24 jam tanpa henti. “Optimalisasi pengeboran pada titik ini rata-rata sebesar 8-10 meter per hari sehingga di harapkan dapat mempercepat pekerjaan di titik ini,” ungkap Chandra. Dia juga menegaskan, komitmen perusahaannya untuk menyelesaikan pekerjaan proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung ini pada 2021.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) terus melakukan sinkronisasi proyek kereta cepat Jakarta-Bandung dengan moda transportasi light rail transit (LRT) Bandung Raya yang dikembangkan pemerintah Kota Bandung. Sinkronisasi ini dalam rangka mewujudkan konektivitas dua moda transportasi massal tersebut. Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat Iwa Karniwa mengatakan, progress pembangunan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung menunjukkan perkembangan yang signifikan. Untuk itu, Pemprov Jabar akan melakukan sejumlah langkah agar kereta api cepat dan LRT Bandung Raya bisa menjadi moda transportasi antar kawasan yang terintegrasi.

kereta cepat

“Sesuai dengan arahan Pak Gubernur, langkah pertama adalah melakukan konektivitas. Tentu harus nyambung dengan LRT Bandung Raya yang meliputi Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten, Bandung dan sebagian Kabupaten Sumedang,” jelas Iwa seusai rapat terkait proyek kereta cepat Jakarta-Bandung di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, baru-baru ini. Menurut Iwa, pembangunan kereta cepat Bandung Jakarta akan menciptakan peluang berupa kehadiran proyek lain dengan konsep transit oriented development (TOD). Fasilitas ini terdapat dibeberapa titik mulai dari Bandara Halim Perdana kusuma di Jakarta tepatnya di kilometer (km) 0, Karawang(km 41), lalu Walini (km 96), dan Tegal luar (km 142).

“Sudah dimatangkan oleh Dishub terkait trase dari Tegal luar ke beberapa trase di Bandung Raya yang sudah di usulkan ke Kementerian Perhubungan. Apabila nanti dilanjutkan ke Bandara Kertajati, dibutuhkan sekitar 70 km lagi,” imbuh Iwa. Iwa berharap proyek kereta cepat berjalan lancar. Terlebih, penetapan lokasi sudah dilakukan dan secara fisik sudah mulai tampak. “Rencananya, kereta cepat Jakarta-Bandung ini ber kapasitas 583 orang dan mampu melaju 350 km/jam, sehingga jarak tempuh hanya memerlukan waktu 35 menit,” tandas Iwa.

(Yanto Kusdiantono/Agung Bakti Sarasa)

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini