Bos Adhi Karya Curhat Pembebasan Lahan Jadi Biang Keladi Molornya LRT Jabodebek

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 01 Februari 2019 17:10 WIB
https: img.okezone.com content 2019 02 01 320 2012533 bos-adhi-karya-curhat-pembebasan-lahan-jadi-biang-keladi-molornya-lrt-jabodebek-BOFKW0QZEo.jpg Foto: Dirut Adhi Karya (Giri/Okezone)

JAKARTA - PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) terus mengejar pembangunan kereta ringan alias Light Rail Transit (LRT) Jabodebek. Salah satu yang tengah dikejar adalah pembebasan lahan untuk depo kereta yang hingga saat ini masih terkendala pembebasan lahan.

Direktur Utama Adhi Karya Budi Harto mengatakan, pihaknya menargetkan bulan Maret 2019 pembebasan lahan bisa rampung semua, sehingga pada 2020 mendatang, depo kereta yang berada di Bekasi ini bisa rampung tepat waktu.

"Untuk depo mudah-mudahan doakan bulan Maret selesai," ujarnya saat ditemui di Hotel Pullman, Jakarta, Jumat (1/2/2019).

 Baca Juga: Direstui, Stasiun LRT Dukuh Atas Dibangun Pekan Depan

Menurut Budi Harto, masalah pembebasan lahan untuk depo kereta ini menjadi salah satu penyebab pengoperasian LRT Jabodebek molor. LRT Jabodebek sendiri akhirnya ditargetkan bisa beroperasi pada 2021.

"Iya mundur ke 2021 karena pembebasan lahan dengan asumsi Maret ini selesai lahan untuk depo. Jadi kami menunggu depo," katanya.

Sementara itu, masih jauhnya dari target dikarenakan ada beberapa masalah dalam pembangunan jalur kereta ringan ini. Masalah pertama adalah pembangunan untuk jalur Cawang-Kuningan-Dukuh Atas.

Sebab untuk jalur Setiabudi-Dukuh Atas belum memulai kontruksinya. Menurut Pundjung belum dimulainya proses konstruksi dikarenakan ada beberapa jalur alternatif yang diusulkan pemerintah.

Seperti diketahui, Pemerintah pusat bersama dengan Adhi Karya sendiri menginginkan agar Stasiun LRT Dukuh Atas bisa berdampingan dengan Stasiun MRT Jakarta, Stasiun Kereta Rel Listrik (KRL) dan Halte Trans Jakarta yang ada di Dukuh Atas.

 Baca Juga: Pembebasan Lahan Depo LRT Selesai Maret 2019

Akan tetapi lanjut Budi, masalah tersebut bisa segera terselesaikan. Sebab antara pemerintah yakni Kementerian Perhubungan dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sudah sepakat terkai stasiun Dukuh Atas.

"Tapi yang Dukuh Atas sudah ada keputusan gubernur dan menhub. Dalam waktu dekat sudah akan dibangun," katanya.

Sebagai informasi, berdasarkan data bulan Januari 2019, progres keseluruhan pengerjan proyek kereta api ringan tersebut sudah mencapai 56,1%. Adapun rinciannya adalah Cawang-Cibubur sudah mencapai 76,21%. Sedangkan Cawang-Kuningan-Dukuh atas sebesar 44,19% dan terakhir adalah Cawang-Bekasi Timur mencapai 51,06%.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini