nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menko Luhut Minta Solar Hijau Diuji Coba

Senin 04 Februari 2019 15:27 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 02 04 320 2013603 menko-luhut-minta-solar-hijau-diuji-coba-ON0i4r34Cv.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan berharap pada 2020 mendatang sudah mulai ada percobaan penggunaan minyak kelapa sawit mentah sebagai green diesel atau solar hijau.

Luhut menggelar rapat koordinasi untuk membahas realisasi pengembangan green diesel dengan mengundang sejumlah pihak seperti Badan Penelitian dan Pengkajian Teknologi (BPPT) juga PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk di Jakarta, hari ini.

"Tadi itu (rapat) lanjutan soal green diesel, tentang bagaimana mengkonversi minyak kelapa sawit ke green diesel," katanya, dikutip dari Antara News, Jakarta, Senin (4/2/2019).

Baca Juga: Target Investasi Energi Terbarukan Turun Jadi USD1,79 Miliar

Luhut menuturkan pihaknya ingin agar semua pemangku kepentingan terkait bisa saling berintegrasi dan bekerjasama dalam merealisasikan green diesel.

"Green diesel" (solar hijau) merupakan rencana pemerintah dalam menyikapi defisit neraca perdagangan (CAD) Indonesia. Pengembangan "green diesel" diharapkan akan berdampak besar pada (pengurangan) impor minyak mentah.

"Kita harap tahun depan sudah mulai ada percobaan untuk menggunaan minyak kelapa sawit untuk 'green diesel' disamping B20 dan B30 tetap berjalan," katanya.

Menurut Luhut, dalam merealisasikan rencana pengembangan green diesel, pihak-pihak terkait telah membuat kelompok kerja untuk menentukan rincian-rincian rencana.

"Mereka buat kelompok kerja, nanti ditentukan berapa biayanya. Ini kan harga kelapa sawit berapa, harga crude oil (minyak mentah) berapa, jadi biar mereka kerja dulu dalam dua minggu ini," pungkasnya.

Baca Juga: Rumah di Jakarta Seharusnya Tidak Pakai Rooftop Panel Surya, Ini Alasannya

Sebelumnya, Luhut menyebut pengembangan green diesel akan dapat diterapkan bagi BBM roda empat dan roda dua, hingga produksi avtur.

Selain dapat menekan angka impor bahan bakar, penggunaan "green diesel" diharapkan juga dapat mendorong penggunaan minyak kelapa sawit dalam negeri.

Harga minyak sawit Indonesia yang lebih kompetitif diharapkan dapat meredam penurunan pamor minyak sawit seiring sentimen negatif dari luar negeri tentang hutan sawit yang dianggap merusak lingkungan.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini