nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

LBH Terima 3.000 Aduan Terkait Fintech

Taufik Fajar, Jurnalis · Senin 04 Februari 2019 21:12 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 02 04 320 2013779 ada-3-000-aduan-terkait-fintech-di-lbh-SptozrSzUW.jpg Ilustrasi Fintech (Foto: Betanews)

JAKARTA - Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta telah menerima 3.000 aduan konsumen yang telah menjadi korban pinjaman online atau perusahaan financial technology (fintech).

Pengacara Publik LBH Jakarta Jeanny Sirait mengatakan, setiap hari LBH selalu menerima aduan dari korban pinjaman online. Sampai saat ini sudah 3.000 aduan.

"Data di kami sepanjang 2018 sampai hari ini 3.000 terkait pinjaman online tersebut," ujarnya di Gedung LBH Jakarta, Senin (4/2/2019).

Baca Juga: Ada Korban Fintech Ilegal Disuruh Jual Ginjal

Dia menjelaskan, bahwa rata-rata pengaduan dari korban fintech sebesar 84% di bawah Rp2 juta dan 90% di bawah Rp5 juta.

"Jadi cara penagihan itu hanya masalah yang muncul. Terus pengambilan data pribadi," tuturnya.

Dia menuturkan kasus dari pengaduan oleh korban paling banyak masalah bunga dan penagihan. Lalu bunga dan proses penagihan dan masalahnya itu sudah sebarkan ke media.

"Sedangkan fintech yang terdaftar di otoritas jasa keuangan (OJK) dan diadukan oleh korban kepada LBH igi ada 25% totalnya," ungkapnya.

Baca Juga: Debt Collector Pinjaman Online Wajib Punya Sertifikat

Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan secara tegas mencabut izin atau tanda terdaftar perusahaan financial technology (fintech) yang melanggar ketentuan dan merugikan konsumen. 

”Siapa pun yang bersalah, harus mendapatkan tindakan yang jelas. Kalau ada fintech lending kami yang terbukti melakukan pelanggaran, kami tidak ada keraguan untuk mencabut tanda terdaftarnya,” kata Direktur Pengaturan Perizinan dan Pengawasan Fintech OJK Hendrikus Passagi,

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini