nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ekonomi RI Tak Pernah Capai 7%, Kepala BPS: Banyak Hal Tak Terduga

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 06 Februari 2019 14:44 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 02 06 20 2014385 ekonomi-ri-tak-pernah-capai-7-kepala-bps-banyak-hal-tak-terduga-ToIN5qP1jA.jpg Foto: BPS Umumkan Pertumbuhan Ekonomi 2018 (Okezone)

JAKARTA - Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 7% pada 2014. Namun hingga saat ini pertumbuhan ekonomi Indonesia tak kunjung menyentuh angka tersebut bahkan hanya tumbuh 5,17% pada 2018.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto mengatakan, tidak tercapainya pertumbuhan ekonomi sebesar 7% seperti yang tertera dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMN) disebabkan oleh beberapa faktor global.

Karena menurutnya, saat menyusun RPJMN memang perekonomian Indonesia tengah membaik. Namun tidak ada yang bisa memprediksi jika ditengah-tengah ada perlambatan ekonomi yang disebabkan oleh perang dagang dan kenaikan suku bunga oleh Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed).

"Tapi kan banyak sekali hal tak terduga, misalnya kita kan tidak terfikir kalau The Fed naikan suku bunga acuan dan ada perang dagang antara Amerika Serikat dan China," ujarnya dalam acara konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Rabu (6/2/2019).

 Baca Juga: Mendag Klaim Ekonomi RI Tumbuh 5,17% Diapresiasi

Meskipun begitu, pria yang kerap disapa Kecuk itu menyebut jika pertumbuhan ekonomi Indonesia sudah bagus. Apalagi trennya selalu naik sejak 2014 ditengah kondisi perekonomian global yang sedang tidak stabil.

Sebab, sangat sulit mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 7% di tengah kondisi global yang tidak stabil ini. Bahkan negara-negara lain pun ada yang pertumbuhan ekonominya di bawah Indonesia.

Sebagai salah satu contohnya, pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) yang merupakan pasar ekspor Indonesia yang cukup tinggi juga mengalami stagnan. Pada kuartal IV 2018, ekonomi Amerika Serikat hanya tumbuh 3%.

Sementara itu, pertumbuhan ekonomi Jepang sebagai salah satu pada ekspor Indonesia juga mengalami perlambatan. Pada kuartal IV-2018 ekonomi Jepang tumbuh 0,6% lebih rendah dibandingkan kuartal IV-2017 yang tumbuh 2,4%.

Negara tetangga Singapura juga mengalami perlambatan ekonomi di kuartal IV-2018 yang hanya tumbuh 2,2%. Angka ini lebih rendah dibandingkan 2,3% di kuartal III-2018 dan lebih rendah dibandingkan Kuartal IV-2017 3,6%.

 Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi Tak Capai Target, Menko Darmin: Tahun Ini Kita Kerja Kerja

Sedangkan pertumbuhan ekonomi Indonesia ditahun 2018 berada diangka 5,17%. Angka tersebut terus menrupakan capaian tertinggi sejak tahun 2014.

Pada tahun 2014 pertumbuhan ekonomi hanya tumbuh 4,88%, kemudian 2015 5,03%. Sedangkan pertumbuhan ekonomi pada tahun 2016 tumbuhan 5,03% dan 2017 tumbuh 5,07%.

"Angka 5,17% bagus lah, jika dibandingkan dengan negara-negara lain. Walaupun memang kita juga bukan yang terbaik," jelasnya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini