NEW YORK - Harga minyak dunia merosot pada penutupan perdagangan Selasa waktu setempat. Harga minyak kembali mundur dari level tertinggi dua bulan. Hal ini dipicu lemahnya pesanan pabrik AS yang menimbulkan kekhawatiran perlambatan ekonomi.
Namun demikian, sanksi-sanksi Amerika Serikat terhadap minyak Venezuela dan pemotongan pasokan minyak mentah yang dipimpin Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) membatasi penurunan lebih lanjut harga minyak.
Baca Juga: Harga Minyak Turun di Tengah Melesunya Permintaan
Melansir Reuters, Rabu (6/2/2019), minyak mentah berjangka Brent turun USD0,20 menjadi menetap di 62,32 dolar AS per barel. Brent menyentuh tertingginya dalam lebih dari dua bulan di USD63,63 pada hari sebelumnya. Minyak mentah berjangka AS, West Texas Intermediate (WTI) turun USD0,90 menjadi ditutup pada USD53,66 per barel.
"Saya pikir pasar minyak sedang mencoba untuk memutuskan apakah pesanan pabrik akan membebani harga atau Venezuela dan sanksi-sanksi minyak akan mendukung harga. Akibatnya, kami melihat pasar berfluktuasi," kata Presiden Lipow Oil Associates Andrew Lipow.
Baca Juga: Laporan Laba dan Pidato Trump Angkat Wall Street
Minyak juga sedikit kurang diminati karena para investor merealokasi aset-aset mereka, kata Phillip Streible, ahli strategi komoditas senior di RJO Futures.
"Mereka semua melompat ke pasar ekuitas dan keluar dari beberapa pasar lain yang mungkin terbebani oleh hubungan perdagangan AS-China atau pasar yang dipengaruhi oleh indeks dolar," kata Streible.
(Dani Jumadil Akhir)