nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menko Darmin: Kita Berusaha Perbaiki Logistik dengan Bangun Infrastruktur

Taufik Fajar, Jurnalis · Rabu 06 Februari 2019 10:55 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 02 06 320 2014256 menko-darmin-kita-berusaha-perbaiki-logistik-dengan-bangun-infrastruktur-zX0YuiDE09.jpg Foto: Taufik Okezone

JAKARTA - Menteri Kordinator Perekonomian Darmin Nasution telah melakukan rapat bersama pelaku usaha logistik Indonesia di Gedung Kemenko Perekonomian Jakarta. Pada rapat tersebut membahas tantangan yang dihadapi dunia logistik sebagai landasan penyusunan grand design sistem logistik nasional.

Menko Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, grand design ini tidak hanya mengoptimalkan pembangunan infrastruktur fisik yang terintegrasi. Tapi juga akan mengoptimalkan aspek digital agar mampu bersaing di era industri 4.0. Agar kinerja ekspor nasional makin dapat dioptimalkan.

"Selama ini pemerintah berusaha memperbaiki kondisi logistik dengan membangun infrastruktur untuk menghilangkan hambatan yang menjadi masalah ekonomi kita. Sistem logistik yang baik diperlukan untuk mengembangkan sektor industri agar menghasilkan efisiensi," ujarnya di Jakarta, Rabu (6/2/2019).

 Baca Juga: Menko Darmin Kumpulkan Pengusaha Logistik Bahas Tol Mahal

Dia menjelaskan, ada beberapa isu lain yang dibahas seperti mengenai kepelabuhan laut, bandar udara, jasa angkutan laut, dan Pusat Logistik Berikat, logistik pangan, sumber daya manusia (SDM), portal Indonesia National Single Window ( INSW), dan logistik kebencanaan.

"Kami juga menekankan bahwa upaya peningkatan efisiensi logistik merupakan bagian dari kebijakan peningkatan ekspor jangka pendek yang sedang dirumuskan pemerintah," tuturnya.

Hal penting yang akan diatur, lanjut dia, untuk mendorong efisiensi logistik meliputi penerapan sistem Delivery Order Online, sistem InaPortNet, relaksasi prosedur ekspor otomotif, dan pembangunan otomotif center.

"Kami meminta agar para pelaku usaha memfokuskan isu-isu strategis di dua sektor utama untuk dibahas, yakni logistik ekspor-impor dan logistik pangan. Di mana dua hal ini memiliki aspek-aspek yang rumit, beyond technicalities, yang perlu dikembangkan. Kita perlu menyusun rencana aksi yang komprehensif untuk mengeksekusi hal ini," katanya.

 Baca Juga: Industri Logistik Bakal Bangkit Jika Manfaatkan Teknologi Digital

Dia menuturkan, upaya memperbaiki sistem logistik di Indonesia sebenarnya telah dimulai sejak diterbitkannya Perpres No. 26 Tahun 2012 tentang Cetak Biru Sistem Logistik Nasional, sebagai panduan bagi Kementerian, Lembaga, dan Pemerintah Daerah dalam membangun sistem logistik.

"Pengembangan sistem logistik menurut Perpres ini meliputi enam pilar, yakni, komoditi utama, infrastruktur logistik, teknologi informasi dan komunikasi, sumber daya manusia, pelaku penyedia jasa logistik dan harmonisasi regulasi," tuturnya.

Dia menambahkan, semangat perbaikan kinerja logistik nasional ini kemudian secara konsisten diteruskan di masa Kabinet Kerja dengan membangun berbagai infrastruktur. Selama 2016-2018, sekitar 46 Proyek Strategis Nasional (PSN) dengan total investasi sebesar Rp159 trilliun telah dibangun oleh pemerintah, meliputi jalan tol, bandara, pelabuhan, bendungan, pembangkit iistrik, dan rel kereta api.

"Terkait dengan hal tersebut, kami (pemerintah), juga meningkatkan kemudahan berusaha dengan mengoperasikan system Online Single Submission (OSS). Saat ini 088 mampu melayani 1.000 pendaftar dan menerbitkan lebih dari 850 izin usaha setiap harinya," katanya.

Pembangunan infrastruktur ini, tutur dia, lantas berimplikasi positif terhadap indeks efisiensi logistik, terlihat dari meningkatnya peringkat Logistics Performance Index (LPI) yang dikeluarkan oleh Bank Dunia. Selama dua tahun terakhir, Indonesia naik 17 peringkat, dari posisi 63 pada 2016 menjadi urutan 46 pada 2018.

"Namun memang posisi ini masih berada di bawah negara-negara berkembang lainnya, seperti Singapura (7), Thailand (32), Vietnam (39), dan Malaysia (41). Dan walaupun kita berhasil membuat loncatan ke peringkat 46, kita perlu berjuang betul agar mampu bersaing dengan negara-negara ASEAN lainnya," katanya.

Pertemuan ini menjadi upaya pemerintah untuk menata dan mengembangkan sistem logistik agar dapat berjalan optimal. "Kita berharap pelaku logistik nasional kedepan agar dapat meningkatkan variasi layanan sehingga dapat menghasilkan efisiensi yang optimal," jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini