JAKARTA - Presiden Direktur Center for Banking Crisis Achmad Deni Daruri menilai koordinasi yang baik antara Bank Indonesia dengan Otoritas Jasa Keuangan mampu menjaga stabilitas sistem keuangan semakin kuat.
"Stabilitas yang membaik itu tercermin dari perbaikan persepsi terhadap kondisi ekonomi saat ini dan ekspektasi terhadap ekonomi ke depan," kata Achmad seperti dikutip Antaranews, Jakarta, Jumat (8/2/2019).
Achmad menjelaskan kedua otoritas tersebut mampu menjaga keyakinan pelaku pasar terhadap kondisi sistem keuangan salah satunya dengan menjaga stabilitas nilai tukar dari ancaman perlemahan meski situasi global masih diliputi ketidakpastian.
Baca Juga: Sri Mulyani hingga Gubernur BI Kumpul Bahas Sistem Keuangan
Hal ini terlihat dari meningkatnya Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada Desember 2018 menjadi 127,0 poin dari sebelumnya berada pada 122,7 pada bulan November 2018 yang lebih baik dari negara berkembang lain seperti Turki dan Brasil.
Selain itu, tambah dia, cadangan devisa Indonesia yang menguat tinggi mampu membiayai 6,7 bulan impor dengan nilai sebesar USD120,1 miliar pada Januari 2019.
"Banyak negara berkembang lainnya seperti Saudi Arabia terus mengalami penurunan cadangan devisa semenjak Agustus 2018 hingga saat ini. Padahal Saudi adalah net eksportir minyak dan Indonesia adalah net importir minyak," katanya.