nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tekan Defisit, Sri Mulyani Permudah Syarat Ekspor Kendaraan Jadi

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Selasa 12 Februari 2019 19:31 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 02 12 320 2017007 tekan-defisit-sri-mulyani-permudah-syarat-ekspor-kendaraan-jadi-MmVtt9RETH.jpg foto: Okezone

JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melakukan penyederhanaan aturan ekspor kendaraan bermotor dalam keadaan jadi (completely built up/CBU). Hal ini bertujuan mendorong ekspor kendaraan bermotor CBU meningkat, sehingga dapat memperbaiki defisit neraca perdagangan.

Hal ini dilakukan dengan menerbitkan Peratutan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor 1 Tahun 2019 tentang Tata Laksana Ekspor Kendaraan Bermotor dalam Bentuk Jadi. Beleid itu ditetapkan pada 1 Februari 2019.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan, dalam aturan baru tersebut, ada tiga kemudahan yang diberikan. Pertama, ekspor kendaraan bermotor CBU dapat dimasukkan ke Kawasan Pabean tempat pemuatan sebelum pengajuan dokumen Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB).

Baca Juga: Sri Mulyani hingga Menko Darmin Launching Simplifikasi Ekspor Kendaraan Bermotor

Kedua, pemasukan ke Kawasan Pabean tidak rnemerlukan Nata Pelayanan Ekspor (NPE). Terakhir, pembetulan jumlah dan jenis barang paling lambat dilakukan tiga hari sejak tanggal keberangkatan kapal.

"Dalam aturan sebelumnya, setiap kendaraan bermotor yang akan di ekspor wajib mengajukan PEB dan menyampaikan NPE terlebih dahulu sebelum kendaraan masuk ke Kawasan Pabean," jelas dia dalam acara Launching Simplifikasi Ekspor Kendaraan Bermotor CBU di Pelabuhan IKT, Jakarta Utara, Selasa (12/2/2019).

Selain itu, dalam aturan sebelumnya, apabila terdapat kesalahan, ada pembetulan jumlah dan jenis barang harus dilakukan paling lambat sebelum masuk Kawasan Pabean, sehingga waktu yang diperlukan Iebih lama.

Juga sebelumnya diperlukan proses grouping atau pengelompokan ekspor yang kompleks. Seperti berdasarkan waktu keberangkatan kapal negara tujuan, vehicle identification number (VIN), jenis transmisi, sarana pengangkut, dan waktu produksi.

Baca Juga: Ekspor Produk Industri Kecil dan Menengah Ditargetkan Naik 10%

Maka dengan penyederhanaan aturan, kata Bendahara Negara itu, akan mempermudah proses dengan mengintegrasikan data yang masuk pada in-house system Indonesia Kendaraan Terminal (IKT) dan sistem Ditjen Bea Cukai. Sehingga kemudian dilakukan barcode scanning terhadap VIN setiap kendaraan bermotor yang akan diekspor.

"Dengan Perdirjen ini pengaruhnya, data menjadi lebih akurat dan terjamin dan proses bisnisnya jauh lebih efisien melalui otomatisasi dan integrasi. Sehingga diharapkan proses ini dapat meningkatkan competitiveness advantages," jelasnya.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini