nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

PGN Siap Bangun Jaringan Gas Rp12,5 Triliun

Koran SINDO, Jurnalis · Rabu 13 Februari 2019 12:52 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 02 13 278 2017285 pgn-siap-bangun-jaringan-gas-rp12-5-triliun-OT69SfpglE.jpg Foto: Pipa Gas (Dok. PGN)

JAKARTA – PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk atau PGN mendapatkan mandat pemerintah untuk mempercepat pembangunan jaringan gas (jargas) di dalam negeri.

Targetnya hingga 2025, PGN akan menyelesaikan 4,7 juta sambungan jargas di seluruh wilayah di Indonesia dengan investasi Rp12,5 triliun.

“Total capex (capital expenditure atau belanja modal) diperkirakan mencapai Rp12,5 triliun. Ini hampir 5 juta sambungan,” ujar Direktur Utama PGN Gigih Prakoso, di Kementerian BUMN, Jakarta, kemarin.

 Baca Juga: Swasta Diperbolehkan Bangun Jaringan Gas

Menurut dia, skema pendanaan jargas tersebut akan dilaksanakan melalui dana internal, kerja sama bisnis (business to business), dan partnership.

Selain itu, PGN juga ditugaskan pemerin tah menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Sementara untuk tahun ini, kata dia, PGN akan membangun jargas sebanyak 800.000 sambungan.

Pihaknya menyebut pembangunan jargas tahun ini membutuhkan investasi sekitar Rp200-Rp300 miliar. “Untuk 70.000 sambungan menggunakan dana APBN, sedangkan untuk selebihnya menggunakan dana dari kita,” ungkap Gigih.

Dia menyebut lokasi pembangunan jargas tahun ini akan tersebar di kabupaten/kota besar di Indonesia.

Menurut dia, daerah yang sudah ada pipa eksisting atau sumber gas akan lebih cepat dibangun. Penugasan pembangunan jargas tersebut merupakan implementasi dari Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 6 Tahun 2019 tentang Penyediaan dan Pendistribusian Gas Bumi untuk Rumah Tangga dan Pelanggan Kecil.

 Baca Juga: Pertamina Ditugasi Bangun Jargas Tahun Ini, Cek Lokasinya

Perpres tersebut telah diterbitkan Presiden Joko Widodo pada 23 Januari 2019 lalu. Pembangunan jargas bertujuan menekan impor elpiji. Gigih mengatakan terbitnya beleid tersebut akan berdampak positif bagi realisasi rencana jangka panjang PGN.

Pasalnya, PGN bertanggung jawab men ciptakan keadilan dan pemerataan akses masyarakat terhadap energi baik. Pihaknya menilai semakin banyaknya masyarakat yang terlayani PGN maka akan meningkatkan manfaat ekonomi nasional.

Sementara untuk pasokan gas akan disediakan oleh pemerintah melalui Direktorat Jenderal Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas).

“Untuk harga jual juga telah ditetapkan oleh BPH Migas dan sudah disesuaikan tingkat kewajarannya supaya terjangkau masyarakat,” kata dia.

 Baca Juga: PGN-BUMN Karya 'Keroyokan' Bangun Jargas

Pada kesempatan berbeda, Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar mengatakan percepatan pembangunan jargas diperlukan untuk mengurangi impor minyak dan gas bumi.

“Jargas kami dorong agar masyarakat jauh lebih hemat dibandingkan menggunakan elpiji. Selain impor harga elpiji juga lebih mahal,” ujar dia.

Sementara itu, Menteri ESDM Ignasius Jonan menyebut impor elpiji mencapai 4,5- 4,7 juta ton.

Padahal potensi gas di Indonesia melimpah cukup mencukupi kebutuhan di dalam negeri. Meski begitu, minimnya infrastruktur menyulitkan distri busi gas. “Sebab itu, perlunya percepatan infrastruktur supaya dapat diserap di dalam negeri,” katanya. (Nanang Wijayanto)

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini