nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pengusaha Beberkan Awal Mula Larangan PNS Rapat di Hotel

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 13 Februari 2019 17:24 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 02 13 320 2017474 pengusaha-beberkan-awal-mula-larangan-pns-rapat-di-hotel-UEWoBofulg.jpg foto: Okezone

JAKARTA - Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) menjelaskan asal mula terjadinya pelarangan rapat di hotel. Awal mulanya dari pernyataan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo pada 6 Februari lalu.

Ketika itu, terjadi penganiayaan pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Hotel Borobudur, Jakarta. Masalahnya, penganiayaan tersebut diduga dilakukan oleh oknum pemerintah daerah saat pembahasan RAPBD Papua.

Baca Juga: Lombok Bakal Miliki Hotel Bawah Laut

Kejadian tersebut membuat Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo buka suara. Dirinya memberikan instruksi agar pembahasan RAPBD sebaiknya dilakukan di kantor, bukan di hotel.

"Tadi sebetulnya kami merespons itu, karena merasa dirugikan," ujar Ketua Umum PHRI Hariyadi Sukamdani di Kantor APINDO, Jakarta, Rabu (13/2/2019).

Sebelumnya, lanjut Hariyadi, isu pelarangan rapat di hotel sendiri sudah pernah muncul pada tahun 2015 lalu. Saat itu pernyataan pelarangan di hotel itu dikeluarkan oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB).

"Desember 2015-Maret 2016, saat itu Menteri PANRB mengeluarkan kebijakan surat edaran yang melarang kegiatan di hotel," katanya.

Ketika itu tingkat keterisian hotel mulai menurun dan banyak pengusaha yang mengeluh. Pasalnya, ada yang penurunannya mencapai 10-15% utamanya hotel-hotel yang ada didaerah-daerah.

"Saat itu dampaknya luar biasa. Ada yang sampai 10-15% okupansinya di daerah," ucap Hariyadi.

Baca Juga: Ada Hotel Kapsul di Atas Kapal, Netizen: Dahsyat seperti di Jepang

Oleh karenannya lanjut Hariyadi, dirinya mengaku sangat tenang aturan tersebut batal diterapkan, sebab menurutnya kebijakan tersebut akan memukul sektor perhotelan. Dan ini juga akan berpengaruh terhadap pendapatan daerah karena mungkin saja akan banyak hotel yang tutup.

"Kondisi itu yang membuat trauma di hotel. Nanti akan memukul sektor ini (perhotelan) dan berdampak di daerah," ucapnya.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini