nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jangan Terlilit Jeratan Utang Pinjaman Online, Begini Tipsnya

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Rabu 13 Februari 2019 19:31 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 02 13 320 2017560 jangan-terlilit-jeratan-utang-pinjaman-online-begini-tipsnya-tbceF7qYya.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menekankan masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam melakukan peminjaman secara online melalui fintech peer to peer lending. Hal ini untuk menghindari terlilit jeratan utang karena pinjaman secara online.

Satuan Tugas (Satgas) Waspada Investasi Tongam L. Tobing menjelaskan, ada beberapa hal yang harus dilakukan nasabah sebelum melakukan peminjaman. Pertama, memastikan fintech tersebut legal alias sudah mendapat izin dari OJK.

Di mana hingga Februari 2019 terdapat 99 perusahaan fintech yang sudah mendapatkan izin oleh OJK.

"Informasi mengenai daftar entitas peer to peer lending yang terdaftar dan memiliki izin OJK bisa diakses dalam laman resmi OJK," ujarnya dalam konferensi pers di Gedung OJK, Rabu (13/2/2019).

Baca Juga: Sopir Taksi Bunuh Diri karena Pinjaman Online, Satgas: Itu Fintech Ilegal

Tongam juga mengimbau, untuk masyarakat memastikan bahwa peminjaman dana sesuai kebutuhan dan kemampuan. Sehingga, saat jatuh tempo pembayaran, nasabah dapat melunasi tanggungjawabnya tersebut.

"Pinjam juga harus dilakukan untuk kepentingan yang produktif. Kalau dilihat yang pinjam lewat fintech ilegal itu hampir seluruhnya untuk pinjaman konsumtif," imbuhnya.

Selain itu, nasabah juga harus memberhitungkan manfaat dari peminjaman dana tersebut, biaya, bunga, jangka waktu pembayaran, hingga risikonya, sebelum menyetujui peminjaman.

Di sisi lain, Tongam menekankan, fintech legal memiliki batasan dalam kegiatan beroperasi. Di mana, fintech dilarang mengambil atau meretas data kontak pada handphone milik nasabah peminjam dana.

"Hanya kontak darurat (yang diberikan nasabah) yang boleh dihubungi pihak fintech," kata dia.

Baca Juga: 231 Fintech Ilegal Diblokir dan Dipolisikan

Tak hanya itu, fintech legal juga tidak bisa mengakses dokumen maupun gambar pribadi pada handphone nasabah. Menurutnya, kasus ini menjadi pembelajaran untuk masyarakat menghindari fintech ilegal.

"Dengan edukasi ini ke masyarakan, kita harapkan fintech-fintech ilegal ini tidak laku sebenernya. Kalo masyarakat mau, yah melakukan kegiatan dengan fintech yang legal," pungkasnya.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini